Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya (2)

[ 01/04/2010 – 12:21 ]

Penggalian di Sekitar Masjid Al-Aqsha

Sejak lama Israel melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha untuk membangun terowongan-terowongan yang sangat banyak. Semakin lama semakin membahayakan masjid suci itu. Di dalam terowongan itu Israel membangun proyek kota wisata yahudi bawah tanah.

Tindakan Israel ini hanya pencurian peninggalan-peninggalan bersejarah di Al-Quds.

Sejak menjajah kota Al-Quds, mafia zionis merencanakan untuk mewujudkan untuk mengembalikan ritual mereka kepada kuil Solomon dan mendirikan kerajaan mereka di kota suci itu. Penggalian di bawah tanah dimulai sejak tahun 1967 di bawah dua tembok sisi barat dan sisi selatan masjid Al-Aqsha. Penggalian seluas 10 hektar ini kemudian berlanjut terus yang dibawah pengawasan dinas peninggalan di Universitas Israel.

Sejak saat itu meski penolakan keras dilakukan, penggalian terus dilakukan dengan gencara. Namun sampai sekarang mereka tidak menemukan bukti fisik satupun tentang adanya kuil mitos mereka. Tindakan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha hanya legitimasi ideology untuk mengklaim mereka berhak terhadap tanah Palestina.

Berikut kronologi penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha:

Penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha dan dibawahnya dimulai sejak 11 Juni 1967 sepanjang 70 meter hingga kedalaman 14 meter. Justru ditemukan peninggalan Islam dari masa pemerintahan Bani Umaiyah di bawah masjid Al-Aqsha.

Tahun 1969 Israel menggali sedalam 80 meter melanjutkan pengalian pertama ke arah hingga ke gerbang Maghariba melewati di bawahnya bangunan tua peninggalan Islam. Mereka memecahkannya kemudian mereka gali oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun yang sama.
Penggalian dimulai lagi tahun 1970 berhenti pada tahun 1974, kemudian dilanjutkan pada tahun 1975 sampai akhir 1988, dengan panjang 400 meter melewati bagian bawah lima pintu gerbang masjid Al-Aqsha.
15/2/2004: runtuhnya bagian dari jalan antara halaman Al-Buraq dan gerbang Maghariba akibat penggalian.
28/9/2005: pemerintah penjajah Israel membuka secara resmi lokasi wisata di terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa.
13/3/2006: Pembukaan sinagog di bawah  ruang Pengadilan Islam yang menempel dengan Masjid al-Aqsha di bawah perlindungan mantan Presiden entitas Zionis Moshe Katsav.
12/10/2008: lembaga “Ateret Cohanim” untuk membangun permukiman Zionis membuka upacara pembukaan untuk daerah sinagog lebih 300 meter persegi di area kolam Ain, seratus meter bagian barat gerbang Muthaharah di pagar Masjid Al Aqsha.

3. Lembaga-lembaga Zionis Penghancuran Masjid Al-Aqsa
Ada banyak lembaga Zionis yang didirikan dengan tujuan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Jumlahnya hingga puluhan. Namun paling besar adalah: Gush Emunim, Hayy Vakiam, Hatehiyah, Amanat Kuil, Kach, Kahane Hai, Hashomonaiim, Betar, Siauri Tozion, Kuil Yerusalem, dan lainnya

Kedua: kota Al-Quds di Bawah Injakan Agresi Zionis Israel :
1. Pemukiman dan Tindakan Permusuhan Zionis Israel:
Kota Al-Quds hari ini terancam bahaya banyak dan beragam. Ancaman permukiman di kota itu merupakan paling berbahaya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Yahudi yang dihuni oleh mayoritas mutlak Yahudi dengan minoritas Palestina yang mampu dikontrol.
Untuk mencapai tujuan ini, pendudukan bekerja pada dua garis paralel adalah:
A. Peningkatan jumlah penduduk Yahudi: melalui penggemukan permukiman yang ada dan pembangunan permukiman dan pos-pos pemukiman baru di seluruh kota dan di bagian timur pada khususnya.

B. Mengurangi jumlah penduduk Palestina: dengan berbagai cara, terutama:
Akuisisi perkampungan: Ada beberapa perkampungan Palestina yang besar yang berada di daerah ramai di dalam kota Yerusalem dimana Israel tidak mampu menghabisinya melalui tembok pemisah karena perkampungan itu terletak di jantung kota. Oleh karena itu, Israel membangun pos-pos di perkampungan kemudian membangun pemukiman Yahudi, atau melalui penghancuran rumah dan perpindahan penduduk untuk menempatkan penghuni yahudi rumah penduduk Palestina.

Berikut kronologi operasi pembangunan permukiman Israel:
14/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menghancurkan 14 bangunan bersejarah di Yerusalem.
20/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menyita 17 bangunan historis Islam.
Agustus 1970: Pemerintah penjajah Israel menyita tanah yanga terletak di sekitar kota Yerusalem dan desa-desa.
1970: pembangunan pemukiman yahudi “Kfar Evri”.

1972: sebagian pemukim Yahudi agamis mengklaim kepemilikan tanah di Sheikh Jarrah yang terletak di sisi barat dan membawa masalah ini ke pengadilan Israel.

1985: Israel mengklaim kepemilikan hotel Shepard, terletak di bagian utara kampong Shekkh Jarrah. Asal-usul hotel itu adalah milik Haj Amin Husseini, mufti Yerusalem dan Presiden Agung Dewan Islam di era pendudukan Inggris. Namun menurut hukum Absentee Properti di pemerintah Israel sebagai dianggap milik Absentee Properti (meskipun ahli waris Haji Amin al-Husseini lahir di Yerusalem dan tidak pergi dari sana baik pada tahun 1948 maupun di 1967). Israel mengeluarkan perintah membongkar tempat tersebut dan daerah sekitarnya untuk didirikan 90 unit rumah tinggal. Namun perintah penghancuran belum dilaksanakan bahkan sampai hari ini.
22/6/1998: pemerintah Israel, dipimpin oleh Netanyahu, memutuskan untuk memperluas batas-batas administrasi kota Yerusalem dan memasukkan pemukiman terdekat ke kota Jerusalem .
1998: Departemen Dalam Negeri Zionis melakukan penarikan kartu identitas warga Al-Quds sebanyak 788 sebuah prosedur berkala yang dilakukan oleh Israel untuk mengusir warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem).
15/1/2000: Perusahaan listrik Israel melakukan penggalian di pemakaman Makmanullah, yang merupakan salah satu kuburan Muslim terbesar di Jerusalem (Al-Quds) di sisi lain jalan utama yang menyebabkan tulang orang mati tersebar di permukaan. Israel berdalih pemasangan kabel listrik di dalam tanah. Sebagian area kuburan ini sudah digunakan Israel sebagai Kantor Departemen Perdagangan dan Industri Israel.
11/11/2004: Seorang insinyur pemerintah kota Israel di Jerusalem Uri Shitrit mengeluarkan keputusan keputusan menghancurkan semua bangunan di kampong Al-Bustan untuk mendukung pembangunan taman arkeologi terhubung ke kota Raja Daud (Dokumen no 1). Pada awal tahun 2005 mulai pelaksanaan perintah ini dan warga Palestina mulai menerima surat perintah pembongkaran dan surat dakwaan dengan pasal pembangunan tanpa izin. Selama satu tahun itu pemerintah kota Israel telah membongkar dua rumah di sana.
4/3/2006: sejumlah pemukim yahudi menyerang sebuah pemakaman Kristen di Yerusalem, dan menuliskan di atas beberapa kuburan “Matilah Arab.”
15/8/2006: penggalian yang dilakukan oleh asosiasi pemukiman Israel Elad menyebakan retakan dan pecah pada dinding masjid Ain Silwan dan bangunan sekolah taman kanak-kanak Muslim di sana.

6/2/2007: buldoser Israel mulai menghapus pintu gerbang masjid Al-Magharibah.
29/5/2007: Menteri Keamanan Internal Israel memutuskan mencegah warga Palestina di Jerusalem untuk menguburkan jenazah mereka di bagian pemakaman berdekatan dengan Baburrahmah masjid al-Aqsa.

2008: Jumlah Palestina di Yerusalem, sekitar dua ratus and sixty ribu, dibandingkan dengan enam hundred and fifty thousand pemukim Yahudi.
1/2/2009: runtuhnya sebuah sekolah di Yerusalem karena penggalian, sehingga luka menjadi 17 siswa.
4/3/2009: mengungkapkan, “Al-Aqsa Foundation untuk berhenti dan Warisan”, yang berbasis di Umm al-Fahm, penentuan pendudukan wewenang dan cabang-cabangnya, terowongan menggali eksekutif dua tanah baru, satu panjang 56 meter dan yang lainnya dan panjang 22 meter untuk menghubungkan (Hons hidup) Palestina Kota Lama Yerusalem , dan Buraq Square, sebelah barat Masjid Al-Aqsa. (bersambung) (bn-bsyr)

Advertisements

Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya

Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya
[ 31/03/2010 – 04:40 ]

Laporan informasi soal politik pembangunan pemukiman Israel, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha

Sejak lama bahaya yang dihadapi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha seperti genderan perang. Pada saat bangsa Arab dan umat Islam bermalas-malasan menghadang bahaya Israel ini, penjajah Israel semakin meningkatkan aktivitasnya meyahudikan kota suci ini terang-terangan. Di tengah kondisi menghadapi rencana Israel yang ingin menjadikan tahun 2010 penentuan membangun kuil Solomin di bawah puing-puing masjid Al-Aqsha, kami menyampaikan kepada mereka yang peduli di kalangan media massa laporan ini agar mengetahui gambaran bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha. Sebab media sekarang menjadi inti pertempuran sehingga mereka memiliki peran dalam membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.

Berikut laporan tersebut:

·         Selama 40 tahun lebih dari 24 ribu rumah dan bangunan dihancurkan dan lebih dari 60 ribu unit pemukiman Israel dibangun.

·         Meski ketegangan realisasi rencana penggalian terowogan Israel di bawah masjid Al-Aqsha sudah sejak tahun 1863 dan aktivitasnya penggaliannya sejak tahun 1967, namun aktivitas itu meningkat sejak awal abad 21 ini. Tapi saat ini akibat penggalian itu sangat krusial dan tidak boleh didiamkan.

·         Tujuan penggalian Israel dan pembangunan terowongan di bawah masjid Al-Aqsha dan sekitarnya adalah dalam rangka mencari bangunan mitos kuil Solomon.

·         Israel menanam pemukiman di perkampungan-perkampungan Islam dengan cara menyita tanah mereka dan membangun pemukiman atau dengan cara menghancurkan rumah-rumah.

·         Wali kota Israel di Jerusalem dari kanan ekstrim Neer Barakat dalam kampanye pemilihan wali kota menggunakan jargon “memerangi pembangunan warga Palestina yang tanpa izin di Al-Quds ,”

·         Sejumlah resolusi DK PBB dan PBB nya sendiri, termasuk dari UNESCO untuk menghentikan penggalian di bawah masjid namun pemerintah penjajah tidak meresponnya dan terus menerapkan rencana Israel hingga tiang-tiang masjid runtuh.

·         Di kuartal pertama tahun 2009, termasuk eskalasi paling tinggi dalam aksi pembongkaran dan penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dan ancaman penghancuran rumah lainnya.

·         Israel berusaha menjadikan tahun 2010 sebagai tahun penentu pembangunan kuil Solomon ke-III  di bawah reruntuhan masjid Al-Aqsha. Ada sejumlah organisasi zionis berusaha meletakkan batu pertama kuil itu pada 16 Maret ini setelah diresmikan pembukaan sinagog Haroob pada 15 Maret sehari sebelumnya. Apakah kita siap menjaga Al-Aqsha???

Mukadimah

Di tengah bungkamnya dunia Arab dan Islam, persetujuan dunia kepada Israel, berlanjutnya Israel dalam rencana jahatnya mencaplok utuh Al-Quds, membersihkan symbol-simbol keislaman dari sana, mengusir warga hingga menggali terowongan di bawah masjid, kami menegaskan bahwa bahaya yang dihadapi Al-Quds seperti genderan perang.

Melalui laporan ini, kami ingin focus kepada bahaya Israel yang terus berlanjut terhadap kota Al-Quds dan masjid Aqsha. Kami sampaikan realitas-realitas sejarah tentang kejahatan Israel di tempat-tempat suci Islam di Al-Quds. Bahkan manusia dan batu pun tidak selamat dari bahaya ini.

Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

1.       Kekerasan terhadap masjid Al-Aqsha

2.       Penggalian di sekitar masjid Al-Aqsha

3.       Kelompok ekstrim zionis yahudi untuk penghancuran masjid Al-Aqsha

Kedua; kota Al-Quds di bawah permusuhan zionis Israel

1.       Pemukiman dan kekerasan zionis Israel

2.       Warga Al-Quds, antara rumah tinggalnya dengan pengusiran

3.       Tembok pemisah rasial Israel

Ketiga; Keputusan dan rencana historis;

1.       Rencana historis penting

2.       Keputusan yahudisasi

3.       Resolusi dunia internasional.

Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

Masjid Al-Aqsha yang dimaksud adalah komplek tertutup yang terletak di dalam pagar-pagar Al-Quds di sisi timurnya. Pagar-pagar bagian timur Al-Aqsha bersatu dengan pagar-pagar kota Al-Quds dan pagar bagian selatannya lebih panjang dari separuhnya di sebelah timur. Masjid ini berbentuk segiempat yang tidak simetris. Sisi barat sepanjang 491 M dan sisi timur 462 M, sisi selatan 281 M dan sisi utara 330 M.

Allah menjaga batas-batas masjid Al-Aqsha. Tak seorang pun melanggarnya. Sepanjang sejarah kaum muslimin baik di pemerintahan Ayyubiah dan Mamalik memperkuat batas-batas masjid. Mereka membangun pagar-pagar sebelah utara dan barat dan tiang tinggi serta sekolah-sekolah dan bangunan besar.

Namun sejak menjejakkan kakinya di tanah Palestina, penjajah Israel mulai melancarkan rencananya mencari mitos kuil Solomon dengan cara melakukan sejumlah kejahatan terhadap kehormatan masjid Al-Aqsha dan terhadap jamaah shalat, melakukan panggalian secara terorganisir di sekitar masjid, membangun terowongan-terowongan panjang untuk membangun mesium di bawah masjid.

Berikut rinciannya:

1.       Kejahatan-kejahatan terhadap masjid Al-Aqsha

Hari ini masjid Al-Aqsha mengalami masa paling krusial akibat rencana jahat Israel yang ingin meyahudikanya, mengubah tanda-tandanya hingga menghancurkannya. Dalam menerapkan rencana itu, Israel tidak pernah istirahat meski sehari. Berikut pelanggaran paling besar yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha:

16/7/1948: warga yahudi menyerang masjid Al-Aqsha. Melalui pesawat tempurnya, mereka mengebom masjid dengan 60 bom salah satunya mengenai kubah Shokhroh dan lainnya mengenai masjid utama Al-Aqsha.

7/6/1967: Pasukan Israel memasang dan mengibarkan bendera di atas kubah Shakrah dan saat itu tembok Al-Barraq diambil alih.

15/8/1967: Rabi terbesar di pasukan Israel Shalomo Garon dan 50 pengikutnya melakukan ritual di halaman masjid Al-Aqsha.

21/8/1969: Seorang Yahudi Australia membakar mimbar Shalahuddin. Bagian masjid terbakar akibat ulah ini seluas 1500 M2.

22/7/1970: Sekelompok yahudi memasuki masjid Al-Aqsha dan menyanyikan lagu-lagu seruan menghancurkan masjid Al-Aqsha.

Mei 1980: Ditemukan bahan peledak jenis TNT seberat lebih dari 1 ton dekat masjid yang disiapkan oleh rabi yahudi Meir Kahana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha.

24/2/1982: polisi Israel memperkenankan sejumlah anggota parlemen Israel Knesset melakukan lawatan di dalam masjid Al-Aqsha.

11/4/1982: Seorang serdadu Israel menembaki penjaga masjid. Dua dari mereka gugur syahid kemudian disusul bentrokan dengan warga Palestina yang menyebabkan Sembilan warga meninggal syahid.

6/5/1982: Penembakan terhadap kubah Shakrah. Di tahun yang sama, seorang aktivis gerakan Kakha Israel berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha namun upaya itu tercium sebelum dilakukan.

11/3/1983: Penjaga-penjaga Al-Aqsha menangkap seorang warga yahudi membawa bahan peledak untuk menyerang masjid Al-Aqsha.

30/1/1984: tiga granat ditemukan di depan sebuah gerbang masjid Al-Aqsha. Awal Agustus tahun yang sama, penjaga masjid Al-Aqsha menangkap sejumlah warga yahudi yang siap menghancurkan masjid Al-Aqsha.

8/10/1990: Pasukan Israel membantai 20 warga Palestina dan melukai 115 lainnya di dalam masjid Al-Aqsha.

23/9/1996: Warga Palestina Al-Quds menemukan Israel membangun sebuah terowongan di bawah pagar masjid Al-Aqsha sebelah barat. Warga memprotes keras dan Israel membalas dengan kekerasan hingga delapan warga Palestina gugur syahid.

28/9/2000: PM Israel Ariel Sharon menistakan masjid Al-Aqsha dengan memasukinya dengan dikawal polisi. Maka meletuslah Intifadhah Al-Aqsha. (bersambung)

23/2/2005: Pemerintah penjajah Israel meminta dana untuk rencana keamanan pengawasan masjid Al-Aqsha dengan kamera. Dua bulan kemudian langsung direalisasi.

13/6/2006: PM Israel Ehud Olmert menegaskan, bukit kuil di bawah masjid Al-Aqsha tidak bisa dirundingkan lagi dan itu mutlak milik Israel.

1/9/2006: Pemerintah daerah penjajah Israel di Al-Quds mengumumkan halaman masjid Al-Aqsha milik umum, bukan umat Islam saja.

5/4/2009: Pemerintah penjajah Israel menyita batu bersejarah peninggalan istana Umawi yang melekat pada pagar selatan masjid Al-Aqsha. Israel mengklaim itu batu II kuil Solomon.

14/4/2009: Puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi dari arah gerbang Magharibah. Jumlah mereka sekitar 140 yahudi ekstrim.

27/8/2009: Organisasi yahudi Eash Hatorat mengumumkan peresmian pembukaan mesium sejarah yahudi di kampung yahudi dekat tembok Barraq (ratapan). Di sana ada patung kuil bergerak terbesar di dunia.
Penggalian di Sekitar Masjid Al-Aqsha

Sejak lama Israel melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha untuk membangun terowongan-terowongan yang sangat banyak. Semakin lama semakin membahayakan masjid suci itu. Di dalam terowongan itu Israel membangun proyek kota wisata yahudi bawah tanah.

Tindakan Israel ini hanya pencurian peninggalan-peninggalan bersejarah di Al-Quds.

Sejak menjajah kota Al-Quds, mafia zionis merencanakan untuk mewujudkan untuk mengembalikan ritual mereka kepada kuil Solomon dan mendirikan kerajaan mereka di kota suci itu. Penggalian di bawah tanah dimulai sejak tahun 1967 di bawah dua tembok sisi barat dan sisi selatan masjid Al-Aqsha. Penggalian seluas 10 hektar ini kemudian berlanjut terus yang dibawah pengawasan dinas peninggalan di Universitas Israel.

Sejak saat itu meski penolakan keras dilakukan, penggalian terus dilakukan dengan gencara. Namun sampai sekarang mereka tidak menemukan bukti fisik satupun tentang adanya kuil mitos mereka. Tindakan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha hanya legitimasi ideology untuk mengklaim mereka berhak terhadap tanah Palestina.

Berikut kronologi penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha:

Penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha dan dibawahnya dimulai sejak 11 Juni 1967 sepanjang 70 meter hingga kedalaman 14 meter. Justru ditemukan peninggalan Islam dari masa pemerintahan Bani Umaiyah di bawah masjid Al-Aqsha.

Tahun 1969 Israel menggali sedalam 80 meter melanjutkan pengalian pertama ke arah hingga ke gerbang Maghariba melewati di bawahnya bangunan tua peninggalan Islam. Mereka memecahkannya kemudian mereka gali oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun yang sama.
Penggalian dimulai lagi tahun 1970 berhenti pada tahun 1974, kemudian dilanjutkan pada tahun 1975 sampai akhir 1988, dengan panjang 400 meter melewati bagian bawah lima pintu gerbang masjid Al-Aqsha.
15/2/2004: runtuhnya bagian dari jalan antara halaman Al-Buraq dan gerbang Maghariba akibat penggalian.
28/9/2005: pemerintah penjajah Israel membuka secara resmi lokasi wisata di terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa.
13/3/2006: Pembukaan sinagog di bawah  ruang Pengadilan Islam yang menempel dengan Masjid al-Aqsha di bawah perlindungan mantan Presiden entitas Zionis Moshe Katsav.
12/10/2008: lembaga “Ateret Cohanim” untuk membangun permukiman Zionis membuka upacara pembukaan untuk daerah sinagog lebih 300 meter persegi di area kolam Ain, seratus meter bagian barat gerbang Muthaharah di pagar Masjid Al Aqsha.

3. Lembaga-lembaga Zionis Penghancuran Masjid Al-Aqsa
Ada banyak lembaga Zionis yang didirikan dengan tujuan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Jumlahnya hingga puluhan. Namun paling besar adalah: Gush Emunim, Hayy Vakiam, Hatehiyah, Amanat Kuil, Kach, Kahane Hai, Hashomonaiim, Betar, Siauri Tozion, Kuil Yerusalem, dan lainnya

Kedua: kota Al-Quds di Bawah Injakan Agresi Zionis Israel :
1. Pemukiman dan Tindakan Permusuhan Zionis Israel:
Kota Al-Quds hari ini terancam bahaya banyak dan beragam. Ancaman permukiman di kota itu merupakan paling berbahaya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Yahudi yang dihuni oleh mayoritas mutlak Yahudi dengan minoritas Palestina yang mampu dikontrol.
Untuk mencapai tujuan ini, pendudukan bekerja pada dua garis paralel adalah:
A. Peningkatan jumlah penduduk Yahudi: melalui penggemukan permukiman yang ada dan pembangunan permukiman dan pos-pos pemukiman baru di seluruh kota dan di bagian timur pada khususnya.

B. Mengurangi jumlah penduduk Palestina: dengan berbagai cara, terutama:
Akuisisi perkampungan: Ada beberapa perkampungan Palestina yang besar yang berada di daerah ramai di dalam kota Yerusalem dimana Israel tidak mampu menghabisinya melalui tembok pemisah karena perkampungan itu terletak di jantung kota. Oleh karena itu, Israel membangun pos-pos di perkampungan kemudian membangun pemukiman Yahudi, atau melalui penghancuran rumah dan perpindahan penduduk untuk menempatkan penghuni yahudi rumah penduduk Palestina.

Berikut kronologi operasi pembangunan permukiman Israel:
14/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menghancurkan 14 bangunan bersejarah di Yerusalem.
20/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menyita 17 bangunan historis Islam.
Agustus 1970: Pemerintah penjajah Israel menyita tanah yanga terletak di sekitar kota Yerusalem dan desa-desa.
1970: pembangunan pemukiman yahudi “Kfar Evri”.

1972: sebagian pemukim Yahudi agamis mengklaim kepemilikan tanah di Sheikh Jarrah yang terletak di sisi barat dan membawa masalah ini ke pengadilan Israel.

1985: Israel mengklaim kepemilikan hotel Shepard, terletak di bagian utara kampong Shekkh Jarrah. Asal-usul hotel itu adalah milik Haj Amin Husseini, mufti Yerusalem dan Presiden Agung Dewan Islam di era pendudukan Inggris. Namun menurut hukum Absentee Properti di pemerintah Israel sebagai dianggap milik Absentee Properti (meskipun ahli waris Haji Amin al-Husseini lahir di Yerusalem dan tidak pergi dari sana baik pada tahun 1948 maupun di 1967). Israel mengeluarkan perintah membongkar tempat tersebut dan daerah sekitarnya untuk didirikan 90 unit rumah tinggal. Namun perintah penghancuran belum dilaksanakan bahkan sampai hari ini.
22/6/1998: pemerintah Israel, dipimpin oleh Netanyahu, memutuskan untuk memperluas batas-batas administrasi kota Yerusalem dan memasukkan pemukiman terdekat ke kota Jerusalem .
1998: Departemen Dalam Negeri Zionis melakukan penarikan kartu identitas warga Al-Quds sebanyak 788 sebuah prosedur berkala yang dilakukan oleh Israel untuk mengusir warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem).
15/1/2000: Perusahaan listrik Israel melakukan penggalian di pemakaman Makmanullah, yang merupakan salah satu kuburan Muslim terbesar di Jerusalem (Al-Quds) di sisi lain jalan utama yang menyebabkan tulang orang mati tersebar di permukaan. Israel berdalih pemasangan kabel listrik di dalam tanah. Sebagian area kuburan ini sudah digunakan Israel sebagai Kantor Departemen Perdagangan dan Industri Israel.
11/11/2004: Seorang insinyur pemerintah kota Israel di Jerusalem Uri Shitrit mengeluarkan keputusan keputusan menghancurkan semua bangunan di kampong Al-Bustan untuk mendukung pembangunan taman arkeologi terhubung ke kota Raja Daud (Dokumen no 1). Pada awal tahun 2005 mulai pelaksanaan perintah ini dan warga Palestina mulai menerima surat perintah pembongkaran dan surat dakwaan dengan pasal pembangunan tanpa izin. Selama satu tahun itu pemerintah kota Israel telah membongkar dua rumah di sana.
4/3/2006: sejumlah pemukim yahudi menyerang sebuah pemakaman Kristen di Yerusalem, dan menuliskan di atas beberapa kuburan “Matilah Arab.”
15/8/2006: penggalian yang dilakukan oleh asosiasi pemukiman Israel Elad menyebakan retakan dan pecah pada dinding masjid Ain Silwan dan bangunan sekolah taman kanak-kanak Muslim di sana.

6/2/2007: buldoser Israel mulai menghapus pintu gerbang masjid Al-Magharibah.
29/5/2007: Menteri Keamanan Internal Israel memutuskan mencegah warga Palestina di Jerusalem untuk menguburkan jenazah mereka di bagian pemakaman berdekatan dengan Baburrahmah masjid al-Aqsa.

2008: Jumlah Palestina di Yerusalem, sekitar dua ratus and sixty ribu, dibandingkan dengan enam hundred and fifty thousand pemukim Yahudi.
1/2/2009: runtuhnya sebuah sekolah di Yerusalem karena penggalian, sehingga luka menjadi 17 siswa.
4/3/2009: mengungkapkan, “Al-Aqsa Foundation untuk berhenti dan Warisan”, yang berbasis di Umm al-Fahm, penentuan pendudukan wewenang dan cabang-cabangnya, terowongan menggali eksekutif dua tanah baru, satu panjang 56 meter dan yang lainnya dan panjang 22 meter untuk menghubungkan (Hons hidup) Palestina Kota Lama Yerusalem , dan Buraq Square, sebelah barat Masjid Al-Aqsa. (bersambung : klik di sini!!) (bn-bysr)

2010, Tahun Paling Berbahaya Bagi Al-Quds dan Al-Aqsha

Nawaf Zara

Penulis Palestina

Harian Al-Bayan Uni Emirat

nawafzaru@yahoo.com

Judul di atas bukan basa-basi apalagi propaganda media atau mengada-ngada. Ini sungguh-sungguh. Data-data yang ada menunjukan peringatan berbahaya bagi bangsa Arab dan kaum muslimin, bahwa tahun 2010 ini bisa saja terjadi ledakan dramatic di Al-Quds.

Warga Al-Quds dan lembaga waqaf serta para ulamanya mengakui bahwa tahun ini akan menjadi tahun tersulit bagi Palestina, terutama Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds. Setidaknya ini menurut laporan pihak Palestina.

Sejumlah elemen keagamaan Israel yang didukung pemerintahan Netanyahu sedang mempersiapkan berbagai macam penodaan terhadap Al-Aqsha dan Kubbah Sakhra di sejumlah bangunan di al-haram Al-Quds. Hal ini tidak berlebihan mengingat gelombang yahudisasi Al-Quds terus berjalan menggempur dari berbagai sisi. Baik dari sisi informasi, jalan-jalan ataupun proyek perencanaan. Di tingkat internasional bahkan yahudisasi ini sudah sampai di China.

Maka “yahudikan Al-Quds sampai ke negeri China” merupakan judul tulisan yang menggemparkan di Aljazeera.net bagi siapa yang ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di Al-Quds berupa pelanggaran dan penodaan yang tak pernah berhenti dari Zionis. Pertempuran Israel untuk meyahudian Al-Quds tidak terbatas pada penggalian terowongan ataupun pengusiran dan penghancuran rumah Palestina. Tetapi mencakup sejumlah sector yang tak kurang pentingnya.

Kita menyaksikan, bagaimana media-media China menjadi ajang propaganda Zionis yang secara luas dan terencana, didukung dengan dana tak terbatas, bertujuan memalsukan sejarah dan menciptakan realitas baru secara geografis di benak warga China. Ada sejumlah foto untuk mempromosikan masjid Kubbah Sakhra yang diimingi-imingi dengan bonus. Promosi ini menempati halaman-halaman luas di sejumah surat kabat China juga di situs-situs resminya. Tujuanya adalah mendorong para pelancong China untuk berkunjung ke Israel. (Aljazeera.net 30/12/2009)

Dengan demikian, Israel tidak hanya melakukan propaganda Freemasonry di Al-Quds saja, tetapi juga menerapkan realitas baru yang tidak bisa diubah hanya melalui perundingan apapun. Mereka juga melakukan kebohongan opini di tingkat internasional hingga sampai di China. Sebagai akibat dari promosi pandangan Zionis legendaries yang berkaitan dengan Al-Quds bangsa Arab yang islami. Tujuannya adalah membalikan hakikat dan meyakinkan dunia bahwa Al-Quds adalah Al-Quds Yahudi.

Mereka terus bekerja untuk menciptakan Al-Quds Yahudi. Sebagaimana mereka membuat negara Israel. Hanya saja negara Israel menurut mereka tidak akan sempurna tanpa menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota abadi mereka.

Lihatlah Giladh Sharon sebagai keturunan raja Israel, Ariel Sharon menulis di harian Yedeot Aharonot dengan judul “Semua distrik Kota Lama Seluas kurang dari satu meter persegi, Jabal Bait yang luasnya kurang dari 150 hekter adalah inti permasalahan. Inti ceritanya bahwa bangsa yahudi datang ke negaranya. Sementara Zionis tidak akan berdiri tanpa Zion. dan semua yang telah terjadi di sini tidak akan terjadi lagi..”

Demikian juga dengan Netanyahu yang menganggap Al-Quds sudah menyatu dengan keabadian yahudi. Ia mengatakan, “Keabadian menyatu dengan Al-Quds sementara bejana kehidupan menyatu dengan Tel Aviv..”. Shilvan Shalom sebagai salah satu tokoh di partai Likud tak mau kalah ia mengatakan, “Pertempuran telah dimulai untuk menerapkan kedaulatan Israel atas Al-Quds, terutama Jabal Haikal di Masjid Al-Aqsha”.

Di sisi lain, sejumlah harian Ibrani memperkirakan tentang kehancuran al-Aqsha. Ketika harian Haaretz menyebutkan, “Di sana ada khabar kenabian yang dikatakan salah seorang rahib abad 18 bernama, John Filna telah menentukan awal pembangunan Haikal ketiga dimulai pada hari ke 16 Maret 2010.  “Kabar kenabian ini mencakup bahwa Yahudi akan mulai membangun kuil Haikal ketiga mereka bersamaan dengan pemancangan sinagog Huraba yang berada di areal milik Yahudi di Al-Quds”. Catatan sejarah yang membentang sejak abad tersebut dimana rahib Filna hidup terus membesar bersamaan dengan rencana penghancuran Al-Aqsha.

Seorang penulis Zionis Harael lain lagi, Ia mengungkapkan di Haaretz, “Pada akhirnya pemerintah akan menarik niatnya untuk menghancurkan masjid-masjid di Jabal Haikal. Ia juga tidak memanfaatkan musim haji di musim perayaan Arish untuk mendirikan maket peletakan batu pertama untuk Haikal ketiga. Ia akan menunggu waktu yang tepat, karena takut intifadadh ketiga. Mereka hanya akan mengusir bangsa Arab dan Ummu Fakhma”.

Komisi rahib Zionis di Tepi Barat justru menyerukan untuk menutup Masjid Al-Aqsha bagi kaum muslimin secara permanen. “Bangsa Arab telah menodai tempat yang paling suci bagi yahudi. Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan terorisme dan pusat perlawanan. Dengan demikian tempat tersebut harus ditutup dan mereka dilarang mengunjungi tempat tersebut selamanya”.

Adapun Yahudi Atzion yang berkonspirasi untuk meledakan Qubbah Sakhra. Mereka menegaskan, bawah ledakan di Qubbah Sakhra sesuatu yang mesti terjadi, jika negara tidak bisa menyingkirkan bangunan Al-Aqsha dan memindahkanya ke Makkah sebagai cikal bakal pandangan Muhammad”.

Harian Yedeot Aharonot mengungkapkan, puluhan kelompok Yahudi semisal “Para pencinta Haikal, pimpinan Profesor Helil Fayes dan Hayyu Qayyum milik kelompoknya Yahuda Etzion serta Jabal Hamur, pimpinan rahib Yetshar Ishaq Shabira dan Dude David Covets dan yang lainya sedang bekerja untuk mengembalikan bahan-bahan bangunan Haikal dan berupaya mengembangkan, Sapi kemerah-merahan yang akan memurnikan imam mereka dengan memakai baju kebesaran imam.

Mereka juga mengadakan pertemuan untuk menkaji pemahanan Haikal dan berlatih untuk mengabdi pada Haikal. Mereka telah mengkondisikan hati-hati mereka menuju satu hari yang akan datang dalam waktu dekat. Termasuk mendirikan sekolah-sekolah agama di Al-Quds juga rumah-rumah yahudi di wilayah Al-Quds. Hal ini juga mengakibatkan dibangunya terowongan-terowongan di di bawah kota Silwan (David) yang dibiayai pemerintah, hingga timbulnya retakan-retakan di jalan utama.

Negara Israel dengan semua departemen, tentara dan organisasinya, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia bekerja untuk tujuan ini. Mereka bekerja siang dan malam tanpa henti untuk terus meyahudikan al-Quds secara keseluruhan di bawah kendali Israel.

Dari semua paparan di atas dan yang lainya yang tidak bisa dirinci karena keterbatasan ruang dan waktu, maka diperkirakan tahun 2010 ini merupakan tahun yang paling sulit bagi Al-Quds dan Al-Aqsha, ditengah ancaman sebenaranya. Jika bangsa Arab dan kaum muslimin tidak mau bergerak, dipastikan rencana mereka akan terjadi. (asy)