Bayi pun ‘Bekerja Keras’ Ketika Persalinan

“Jika bayi bisa berbicara, apa yang akan dia ceritakan tentang proses melahirkan menurut ‘Versinya’? ”

by Prima Restri Ludfiani P.

#Ringkasan

Bunda bukanlah satu-satunya orang yang bekerja keras saat persalinan, karena, sama seperti saat mengendarai mobil utk mencapai tujuan, bayi Andalah yg berperan sebagai co-driver.

Kelahiran adalah kerjasama, pelajaran bersama antara ibu dan bayi. Sehingga sekeras apapun usaha yang Anda jalani saat proses persalinan, ternyata bayi juga ‘berjuang’ untuk lahir.

Semakin bunda menguasai keadaan, maka bayi pun juga akan merasa tenang, dan kerjasama yg baik ini semakin mempermudah proses melahirkan bagi Anda berdua.

Ketahui apa yg dialami bayi menjelang persalinan sampai hari H tiba agar bunda tahu bagaimana cara menolongnya.

#Tahap Pertama: Persiapan Persalinan

*Fase Awal*

Yang bunda alami…
Fase ini merpakan fase terlama. Mulai terjadi kontraksi ringan dg jangka waktu yg berbeda-beda. Ada yang berlangsung selama beberapa jam, namun ada pula yang sampai berhari-hari. Tingkat nyeri pada fase ini masih rendah.

Yang bayi alami…
Bayi memulai ‘perjalanan’nya dengan menekan kepalanya ke arah jalan lahir untuk memulai pembukaan mulut rahim. Saat Anda akan melahirkan, bayi akan memproduksi hormon oksitosin dalam jumlah banyak. Dan hormon ini membuat bayi merasa tenang. Bayi Anda akan terus menekan kepalanya dan kadang-kadang dia beristirahat sejenak.

Yuk, bantu bayi Anda..
Ingat, bahwa suasana hati ibu cukup berpengaruh pada apa yang bayi rasakan. Maka dari itu, fokuslah pada rasa bahagia menyambut kelahirannya. Rasa cemas hanya akan membuat tubuh memproduksi hormon stress yang berdampak membuat bayi menjadi tegang. Dan kondisi ini tentu tidak baik untuk janin.

*Fase Aktif*

Yang bunda alami…
Umumnya fase ini lebih pendek dibanding fase sebelumnya, namun dengan pola waktu yang lebih teratur. Kontraksi pun semakin kuat dan terjadi setiap 3-4 menit sekali. Pemeriksaan dalam untuk calon ibu juga akan dilakukan untuk membantu pembukaan leher rahim, agar bisa dilakukan sebuah tindakan jika tidak terjadi kemajuan.

Yang bayi alami…
Saat kontraksi terjadi, dinding rahim akan “menekan” bayi Anda dan ini bisa mempengaruhi suplai darah. Karena ia mendapatkan suplai oksigen dari placenta maka ketika kontraksi terjadi, bayi Anda akan mendapat suplai oksigen yang sedikit. Di saat-saat ini sangatlah normal jika detak jantung bayi Anda sedikit melemah. Namun setelah kontraksi berlalu, detak jantungnya akan kembali normal. Jika Anda memutuskan menggunakan obat penghilang rasa sakit, pada umumnya anda akan merasa ngantuk, hal ini juga dialami oleh bayi Anda.

Yuk bantu bayi Anda…
Cobalah untuk relaks di antara waktu kontraksi. Kontraksi yg semakin sering akan membuat Anda cepat lelah. Maka saat kontraksi menghilang, maksimalkan momen itu untuk beristirahat. Ini membuat Anda lebih siap untuk menghadapi kontraksi berikutnya.

*Transisi*

Yang bunda alami…
Secara umum dan normal, pembukaan akan terus meningkat pada masa-masa ini bersamaan dengan kontraksi yang semakin kuat. Terjadi setiap 2-3 menit sekali. Secara perlahan mulut rahim pun akan melebar.

Yang bayi alami…
Di masa ini bayi akan merasa kaget karena dinding rahim yang selama 9 bulan melindunginya mulai menekannya. Namun bunda tenang saja, karena bayi tidak akan merasa sakit. Ini terjadi karen sambungan saraf yang mengantarkan pesan sakit ke otak atau membuat bayi menginterpretasikan rasa sakit tidak terbangun saat proses kelahiran.

Yuk bantu bayi Anda!
Jika Anda masih bisa menahan rasa sakit karena kontraksi, cobalah berjalan pelan-pelan. Gaya gravitasi akan membantu bayi Anda lebih mudah menuju jalan lahir.

#Tahap Kedua: Proses Mengejan

Yang bunda alami…
Saat kontraksi sudah semakin sering terjadi, Anda akan merasakan sensasi seperti ingin buang air besar. Anda pun ingin mengejan sesegera mungkin. Anda harus fokus mendorong bayi keluar dari rahim. Mengejanlah sekuat mungkin tapi harus dengan instruksi dokter atau bidan yg mendampingi Anda.

Yang bayi alami…
Bayi pun mulai bergerak menuju lubang lahir. Dan saat ini bayi anda sudah siap menuju dunia luar. Karena tulang tengkoraknya belum keras, tulang tengkoraknya bisa menyesuaikan dengan lubang lahir dan melaluinya. Pada tahap ini detak jantung si bayi bisa saja menurun. Hal ini terjadi karena tekanan pada tali pusat akan menghambat tekanan aliran darah dari plasenta ke bayi yang otomatis mengurangi pasokan oksigen. Untungnya bayi memiliki cadangan dan biasanya mampu untuk mengatasinya.

Yuk bantu bayi Anda fokus pada ritme pernapasan untuk memaksimalkan jumlah pasokan oksigen untuk Anda dan bayu Anda.

#Tahap Ketiga: Melahirkan

Yg bunda alami…
Saat ujung kepala bayi mulai melalui lubang lahir, Anda akan merasakan sedikit sensasi spt rasa panas. Dan setelah melalui beberapa kontraksi berikutnya, kepala pun akan keluar lalu pundaknya sampai akhirnya ia lahir sempurna.

Yg bayi alami…
Tekanan yang ia terima ketika melalui lubang lahir yg kecil membantu persiapannya untuk hidup di luar rahim. Cairan yg mendorongnya berupa lendir yang keluar dari paru-paru menghindarinya untuk menghirup cairan dan darah saat melalui jalan lahir. Ini semua membantunya untuk menghirup nafas pertamanya.

Yuk bantu bayi Anda..
Selalu dengarkan dan ikuti apa yang dianjurkan oleh dokter atau bidan Anda.

5 menit pertamanya..
1. Menyusui
2. Penyesuaian suhu tubuh.
3. Belajar mandiri
4. Berekspresi
5. Dipantau.

Sumber: Majalah Ayahbunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s