Daftar Bahan Kue dan Bumbu Masak Bersertifikasi HALAL MUI dan Luar Negeri

Selalu teliti dan cermat sebelum membeli barang. Mohon lihat label halal dan tanggal kadaluwarsa produk. Jika pernah menemukan produk halal lainnya mohon tulis di kolom komentar. Nanti akan ditambahkan.

Semoga bermanfaat.

halalmui.org

  1. Tepung :
* Bogasari = Kunci Biru, Segitiga Biru, Cakra, Lencana Merah, dll* Eastern Pearl Flour Mills = Kompas, K2, Gerbang, dll* Sriboga = Pita Merah, Beruang biru, Tali Emas, dll* Komachi, Jepang* Rose Brand = Tepung Beras, Tepung Ketan

* Maizenaku = Maizena

* Tepung Tapioka: Gunung Agung, Rose Brand* Tepung Tang Mien : Nila Sari

* dll

 

2. Gula :

* Gupalas = Gula pasir PTPN

* Gula Pasir cap Bintang

* Gula Pasir Putih Premium, Indomaret

* Gula Pasir Legiku

* Gula Halus Mawar

* Gula Halus Dyna

 

3. Margarin :

* Blueband

* Filma

* Forvita

* Palmia

4. Shortening :
* Merry Whip Gold Bullion

* Amanda

* Malinda

* Pusaka

* Palmia

* Hollman

 

5. Butter

* Anchor

* Orchid

* Wijsman

* Hollman

* BOS (butter oil subtitute) produksi Filma/Sub Milky* Gold Bullion

* dll

6. Coklat bubuk

* Schoko

* Bendico

* Java

* Tulip

 

7. Dark Compound Chocolate, Couverture, White/ColouringChocolate

* Schoko

* Colatta

* Galetto

* Alfa

* Chefmate

* Mercolade

* dll

8. Pewarna/Perisa dan Pasta Makanan

* Rajawali pewarna makanan

* Hakiki pewarna makanan

* Ikan paus pasta makanan

* Golden Brown Pasta Makanan (kecuali yang mengandung alkohol/rhum, lihat label halal pada kemasan)

* Ny. Liem pasta makanan (lihat label halal juga)

* Toffieco (lihat kemasan karena tidak semua halal, Rhum /Pasta Bakar mengandung alcohol)

* L’Rome

 

9. Whip Cream

* Pondan Whip Cream Bubuk

* DP Whip Cream Bubuk

* Haan Whip Cream Bubuk

* Anchor Whip Cream (kental)* RICH’s SHnya dari China tidak diakui oleh LPPOM MUI ya, jadi tdk usah dipakai.

10. Selai, filling

* Paletta

* Puratos

* Lepatta, Mero

* Prims Foods

11. Keju

* Kraft = Cheddar, quickmelt, Cheese Filling

* Prochiz

* Calf cheddar

* Diamond

* Cheesy (All Product)

* Greenfield Mozarella

* Mozarella Arla Finello

* Parmesan Lemnos, Australia

* Parmesan & Mozzarella Florida, Australia

* Keju Beqa

* Gouda : Natura

 

12. Cream Cheese

* Calf

* Yummy

* Cheesy

* Dairy Land, Tatura

* Royal Victori, Tatura

13. Ragi Instan

 * Saf Instan, Lesaffre

* Fermipan

* Mauri-Pan (halal certified by MUI)

 

14. Bread Improver

* Baker Bonus, Lesaffre

 

15. Baking Powder Double Acting (BPDA)

* Hercules, Bakels

* Xena, Mero

 

16. Cake Emulsifier

* Alfagell

* Quick 75

* SP Koepoe2

* dll

17. Minyak Padat

* Cita

 

18. Garam :

* Dolphin

* Refina

19. Nori :

*Mama Suka

 

20. Minyak Wijen/Sesame Oil :

* Double Pagoda – Singapore

 

21. Kecap inggris :

* Asia – Tangerang

* ABC.

22. Kecap Asin :

* Hati Angsa-Medan

* ABC

 

23. Mayonaise :

* All Product of “Maestro”

* Euro Gourmet

* Mama Suka

24. Vinegar / Cuka Buah* Cuka Tahesta (Apel, Anggur, Rosella)

 

25. Gelatin :

 *Gelatin Bubuk GELITA ex Australia  dan New Zealand.

Sumber : MyHalal Kitchen

 NB ; untuk halal haram nya,di cek kembali label Halalnya,karena bisa jadi Produk tsb sudah lama beredar akan tetapi baru bersertifikat

Advertisements

Jangan Mencela Penyakit Demam

Rasulullah – صلى الله عليه و سلم – bersabda kepada seorang wanita yang mencela penyakit demam yang dideritanya :

لا تسبي الحمى فإنها تذهب خطايا بني آدم كما يذهب الكير خبث الحديد

Artinya :
Janganlah engkau mencela demam, karena sesungguhnya demam itu dapat menghilangkan dosa anak adam sebagaimana Api yang dapat membersihkan kotoran besi.
( HR. MUSLIM )

Dalam hadist lain Rasulullah – صلى الله عليه و سلم – bersabda :

أبشر فإن الله يقول : هي ناري أسلطها على عبدي المؤمن في الدنيا لتكون حظه من النار في اﻵخرة

Artinya :
Bergembiralah, karena Allah – عز و جل – berfirman :
Demam adalah api-Ku yang Aku berikan kepada hamba-Ku didunia untuk menggantikan baginya dari Api Neraka di akhirat.
( HR. Ahmad dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh syaikh al-albani )

Rasulullah – صلى الله عليه و سلم – bersabda :

ما يصيب المسلم من نصب و ﻻ وصب و لا هم و لا حزن و ﻻ أذى و لا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه

Artinya :
Tidaklah sesuatu yang menimpa seorang muslim dari : KESULITAN, KEDUKAAN, KESEDIHAN, PENYAKIT dan PENDERITAAN sampai hingga DURI YANG MENUSUKNYA.
Melainkan Allah – عز و جل – akan menghapus dosa-dosanya.
(HR. Bukhari dan Muslim )

Rasulullah – صلى الله عليه و سلم – bersabda :

إن عظم الجزاء مع عظم البلاء و إن الله إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضا و من سخط فله السخط

Artinya :
Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya kesulitan/cobaan yang diterima.
Sesungguhnya Allah – عز و جل – jika mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka.
Siapa saja yang ridha – dengan ujian tersebut – maka baginya keridhaan dari Allah, sedangkan siapa saja yang murka/tidak suka maka baginya kemurkaan dari Allah.
( HR. At-Titmidzi dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh syaikh al-albani )

Apakah kita sudah termasuk orang – orang yang ridha dan bersabar terhadap ujian dari Allah atau Sebaliknya ?

Allahul musta’aan…

*copas dari grup WA Tenda Biru Al Azhar by Ustadz Adrial Martadinata*

Ketika Televisi Menjadi Orang Tua Ketiga

Ada dua fakta televisi yang tidak diperdebatkan lagi. Pertama, televisi merupakan faktor perusak dan penghancur di sebagian besar program acaranya. Kedua, televisi merupakan faktor pembangun di beberapa program, namun ini sangat minim.

Itulah opini para ibu di beberapa negara yang menjawab angket pendukung penulisan buku ini. Saya menemukan 85% para ibu berpendapat bahwa televisi merupakan faktor negatif yang memengaruhi pendidikan anak. Mereka mengatakan bahwa televisi sangat berbahaya, bahayanya melebihi manfaatnya, perusak perilaku anak, dan penyebab munculnya problematika anak. Sementara itu, para ibu yang lainnya berpendapat bahwa televisi merupakan suatu kebutuhan, namun penggunaannya harus dengan beberapa persyaratan tertentu. Disini, kita membahas bahaya televisi karena kita sedang membahas televisi sebagai pengaruh negatif dalam pendidikan anak.

Bahaya Televisi terhadap Anak

Selama menelaah buku-buku yang berbicara seputar pengaruh televisi terhadap anak, saya menemukan banyak penelitian yang menjelaskan bahaya televisi yang diklasifikasikan dalam beberapa bagian, diantaranya:
bahaya dari sisi keberagaman anak, bahaya dari sisi perilaku anak, bahaya dari sisi kesehatan, dan bahaya dari sisi kemasyarakatan. Berikut ini beberapa bahaya yang paling tampak.

  1. Televisi dan Agama

    • Tidak sedikit program televisi yang menyuguhkan acara anak yang merupakan hasil impor dari negara-negara Barat, yang dapat merusak fitrah keimanan anak kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Terlebih lagi, ada program acara anak yang menceritakan adanya tuhan dengan nama tertentu, seperti bernama “Tuhan” Zella (Godzila) sang penyelamat manusia dari kejahatan. Ada cerita tentang peperangan di luar angkasa; menggambarkan adanya musuh manusia di planet lain yang dapat menghancurkan bumi. Acara tersebut menggambarkan alam semesta dan kehidupan seakan-akan sebuah dongeng, jauh dari gambaran islami tentang alam semesta, kehidupan, dan manusia. Kebanyakan program acara tersebut menceritakan tentang alam semesta yang besar tanpa ada kendali dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
    • Bila kita perhatikan program acara tersebut, kita dapat menemukan bahwa sebagian besar acara anak itu tidak sesuai dengan ajaran agama kita.
  2. Acara ini justru menceritakan bahwa alam semesta ini dikendalikan oleh dua kekuatan: kekuatan jahat dan kekuatan bagi yang saling berebut kekuasaan, padahal sebenarnya hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang kuasa mengatur dan mengendalikan segala sesuatu di alam semesta ini. Contoh (buruk yang bertentangan dengan prinsip keimanan ini adalah) film yang menggambarkan akal di sentral alam semesta ini dan akal itulah sumber peraturan alam semesta ini[1].

    Contohnya, acara anak “Hai Simsim, bukalah!” Acara ini merupakan terjemahan dari film Amerika. Meskipun program acara ini lebih sedikit efek negatifnya bagi anak, tetapi memiliki beberapa unsur negatif. Akibat pengaruh negatif program acara anak ini, salah seorang anak yang menonton acara tersebut bersujud kepada boneka agar mengabulkan semua permintaannya![2]

  3. Televisi dan Perilaku Anak

    • Secara umum, televisi dapat membuat anak –dengan menyempatkan diri untuk menontonnya- berkepribadian negatif, menyebabkan anak menjadi bodoh, kurang peduli, kurang peka, dan dapat menyebabkan anak melakukan tindak anarkis, jauh dari sifat kasih sayang[3].
    • Anak menjadi korban iklan perdagangan yang acapkali mengandung norma-norma negatif bagi para pemirsanya, seperti sifat tamak, mubadzir, saling membanggakan diri, tidak peduli suka menguasai, bertindak anarkis, dan berusaha untuk menarik perhatian lawan jenis. Banyak iklan yang menayangkan orang telanjang, padahal iklan seperti ini mendapatkan kritik di negara-negara Barat sendiri![4] Terlebih lagi iklan-iklan seperti itu menarik simpati anak untuk membeli produk yang terkadang berbahaya bagi kesehatan anak![5]
    • Penayangan informasi internasional maupun nasional tentang para artis dan atlet sebagai bintang dan pahlawan, hal ini dapat mendorong anak untuk mengagumi dan mengidolakan mereka dan tidak mengetahui para bintang dan pahlawan sebenarnya, orang-orang yang terkemuka dalam sejarah, ilmu pengetahuan, dan perjuangan, khususnya di negerinya sendiri, juga dalam sejarah Islam.[6]
    • Para dokter ahli menilai bahwa televisi merupakan sumber bahaya bagi perilaku anak yang memiliki kecenderungan seksual.[7] Televisi juga berperan sebagai pembangkit diri naluri seksual pada anak.[8]
    • Televisi dapat mencetuskan sifat anarkis (kekerasan) pada jiwa anak atau menambah kenakalan anak. Ada penelitian yang menjelaskan bahwa 70% orang tua mencela tindakan anarkis anak yang disebabkan oleh cerita-cerita dan tayangan kriminal secara brutal di televisi atau disiarkan di radio.[9] Tayangan tentang tindakan kriminal dan brutal tersebut mendorong anak yang tidak memiliki kecenderungan bersikap anarkis untuk mencoba dan menirunya, juga dapat menambah kenakalan pada anak yang memiliki kecenderungan sikap anarkis.[10] Anak yang sering menonton acara televisi yang mengandung unsur tindakan anarkis, kecenderngannya untuk bertingkah nakal menjadi lebih tinggi daripada anak yang tidak menontonnya.[11]
  4. Televisi dan Bahaya Kesehatan Anak

    • Duduk dalam waktu lama di depan televisi dapat menyebabkan bahaya di punggung, sama seperti bahayanya membawa barang berat.
    • Berlebihan dalam mengisi muatan informasi pada susunan saraf anak dengan kondisi cahaya yang menyilaukan akan menyebabkan anak mengidap penyakit yang dikenal dengan sebutan epilepsi televisi. Penyakit itu akan menjadi bertambah parah bila anak masih sangat kecil![12]
    • Televisi dapat mempersempit waktu anak untuk bermain, khususnya permainan yang melatih kemampuan daya kreativitas, dan mempersingkat waktu tidur anak.[13] Juga berdampak negatif bagi indera pendengaran dan penglihatan anak.[14]
    • Menurut kesehatan, anak kecil di bawah usia dua tahun sangat berbahay menonton televisi.
  5. Bahaya Televisi terhadap Daya Berpikir Anak

  6. Sebagian besar acara televisi untuk anak-termasuk acara program pendidikan-tidak mampu mengembangkan potensi kecerdasan anak karena mayoritas acara tersebut menyuguhkan jawabab/solusi praktis. Hal ini melemahkan potensi anak untuk berpikir.[15]

  7. Televisi dan Keluarga

  8. Televisi dapat menjauhkan hubungan di antara individu keluarga. Sebagian keluarga ada yang tidak berkumpul bersama kecuali ketika menonton sinetron dan film. Kebersamaan seperti ini tidak mengandung unsur interaksi antarindividunya, juga membuat anak tidak leluasa dalam berbuat dan bersikap dengan kedua oran tua tercinta.

Prinsip-prinsip yang Ditawarkan untuk Menjauhkan Anak dari Bahaya Televisi

  • Jauhkan mengizinkan anak menonton televisi lebih dari satu jam per hari. Adapun anak yan masih menyusui ASI (anak di bawah usia dua tahun), dokter menyarankan agar ketika menyusui, ibu tidak memposisikan anak berhadapan dengan televisi karena pertumbuhan fungsi otak anak masih belum sempurna.[16]
  • Jadikanlah apa yang ditonton anak sebagai kesempatan bagi orang tua untuk menajarkannya; perbuatan mana yang benar dan yang salah.[17]
  • Berikanlah kepada anak kegiatan social di dalam atau di luar rumah dan berikanlah hiburan pengganti.
  • Penting sekali bagi orang tua untuk memberikan contoh kepada anak supaya tidak menonton program acara televisi yang tidak bermanfaat dan bertentangan dengan agama.
  • Janganlah menggunakan televisi sebagai alat untuk menenangkan anak, atau untuk memberikan ganjaran atau hukuman. Menurut persaksian para ibu-yang turut menjawab angket yang disebarkan- ada di antara mereka yang menjadika tontonan televisi sebagai cara untuk memberikan ganjaran atau hukuman bagi anak!
  • Tanamkanlah pada diri anak untuk menghargai waktu melalui ucapan dan praktik agar anak tidak menghabiskan waktu di depan televisi.
  • Pastikanlah anak meminta izin terlebih dahulu sebelum menghidupkan televisi, tentunya setelah orang tua membatasi program acara televisi apa saja yang boleh ditonton anak dan menentukan waktu untuk menonton; selama tidak lebih dari satu jam. Yang terpenting lagi, biasakanlah anak menonton televisi sambil duduk.
  • Berikanlah hadiah per minggu bagi anggota keluarga yang paling jarang menonton televisi dalam seminggu.
  • Hendaknya memperhatikan syarat-syarat kesehatan dalam menonton televisi, seperti minimal jarak antara televisi dan penonton sejauh enam kaki (l.k. dua meter), layar TV sejajar dengan pandangan mata atau di bawahnya, dan ruang tempat menonton haru terang untuk menetralisasi cahaya yang memancar dari layar televisi.

Ditulis ulang dari Ensiklopedi Pendidikan Anak Muslim karya Hidayatullah binti Ahmad,penerbit Fikr.

Penyadur: Muhammad Nur Ichwan

Artikel www.muslim.or.id


[1] Al Ijhazu ‘ala at-Tilfaz hlm. 132-133.[2] Al-Isykaliyah al-Muashirah fi Tarbiyat ath-Thifl al-Muslim, hlm. 25, dengan beberapa penyeusaian.

[3] A-I’lam al-Idzaiy wa at-Tilifizyuniy hlm. 245-246.

[4] Abna-una wa Lughat Kut-Syi wal al Kat-yib hlm. 54-55.

[5] At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 77.

[6] Ahammiyah alI’lam fi al-Islam, majalah Nadwa ath-Thalib hlm. 10; ath-Thifl al-Muslim Baina Manafi’ at-Tilifizyun wa Madharrihi hlm.146 dan seterusnya; Nazharah Islamiyah li al-Insani wa al-Mujtama’I Khila al-Qarni Rabi’i ‘Asyara hlm. 33.

[7] At-Tilifizyun Hal Yutiru al-Athfal, intenet, islam online.

[8] Al-Ijhazi alaa at-Tilfaz hlm. 121.

[9] Al-I’lam wa ar-Risalat at-Tarbiyah hlm. 83-84

[10] At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 91 dengan penyesuaian.

[11] ath-Thifl al-Muslim Baina Manafi’ at-Tilifizyun wa Madharrihi hlm. 125; Tanmiyah al-Maharati al-Ijabiyah hlm. 63.

[12] Athfaluna wa at- Tilifizyun hlm. 10.

[13] Hal Yashbahu at-Tilfaz Badilan li Hikayah al-Jaddah hlm. 34; At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 104; Dalil al-Walidain ila Tansyiati ath-Thifl hlm. 229.

[14] A-I’lam al-Idzaiy wa at-Tilifizyuniy hlm. 343; al-Abts al-Mubasyir hlm. 65.

[15] At-Tilifizyun Jalisun Sayyi-un li al-Athfal, internet; islam online.

[16] At-Tilifizyunu Baina al-Hadam wa al-Banana-I hlm. 195-196

[17] At-Tilifizyunu wa Bina adh-Dhamir, internet, islam online. Ar-Ru’yah al-Islamiyah li ‘Ilam ath-Thifl hlm. 107.