1 Year Anniversary :: Life Without Facebook (FB)

Subhanallah.. Sudah genap satu tahun saya meninggalkan FB!!! Unbelieveable.. (`∇´)

Jujur, butuh tekad yang besar bagi saya untuk melakukannya. Apalagi saat itu, banyak orang yang lagi seneng-senengnya sama situs jejaring sosial itu dan berhijrah meninggalkan FS.

Keputusan ini pun saya ambil jauh dari saat para ulama ribut soal hukum halal-haramnya. Tapi saya yakin, bukan hanya saya yang mengambil keputusan yang sama. Kontroversi FB waktu itu memang cukup ‘panas’ dan berhasil membuat tidur saya tak tenang. Alhamdulillah, akses internet bebas saat magang, jadi solusi untuk menyelidikinya lebih jauh.. Dan kemudian… Tadaaaa.. ٩(o)۶

Saya pun memutuskan untuk memulai hidup tanpa FB ! ヽ(゚ω )ノヽ( ω゚)ノヽ(゚ω )ノ

Ups.. jangan salah! Tulisan ini saya buat tidak untuk mendiskreditkan FB. Apalagi saya termasuk orang yang berpikiran bahwa FB hanyalah alat. Tulisan ini hanya flashback saja dari kehidupan saya tanpa FB dan sedikit bayangan bagaimana jika saya saat ini masih kecanduan FB seperti teman-teman. Tentu saja, jika saya masih pakai FB, pasti bakal kecanduan,, maklumlah.. Anak muda.. He3.. (((*´ε *)

No FB = less Friend ll(p_ q#)llll

Cukup sedih ketika saya harus merelakan diri untuk tidak keep contact dengan teman-teman baik yang sering saya temui di kampus, teman” masa lalu, maupun teman” baru. Yup, memang tidak dapat dipungkiri..

`。゜。No FB = less Friend.

Itu perasaan pertama saat memulai hengkang dari situs jejaring nomor 1 itu. Huphf.. Tapi apa artinya teman jika ia hanya menuntut frekuensi komunikasi. Lagipula, masih ada media lain bukan?

Jika masih ada FB, pasti saya sekarang akan semakin disibukkan dengan teman-teman. Ada gossip si A, skandal si B, musibah si C, fitnah dengan karena si D, acara reuni E, temu kangen F, jalan” dan nge-mall bareng G, dsb. Fiuh, namun alhamdulillah.. Walaupun lepas FB, kabar-kabar penting masih sampai juga pada saya lewat media lain. ^ ^

Less friend = life more

Ada 4 sebab penyakit hati, yaitu banyak bergaul. Bergaul boleh, dengan batasan menghargai privasi orang lain. Di FB, seseorang terfasilitasi untuk mempublikasi privasi dan mencari tahu berbagai informasi dari orang lain. That’s why, tanpanya, saya merasa lebih hidup dan dapat fokus dengan target daripada disibukkan oleh hal-hal remeh di FB yang cukup membuat gatal tangan untuk mengklik link demi link. Jika menuruti nafsu saja, akan semakin tidak terasa waktu yang terbuang. Hidup pun jadi kurang produktif. (>_<)

Hadiah Ramadhan dari ♥♥Allah♥♥

Sayangnya, karena sekian lama berpisah karena magang, saya merasa teman-teman jadi sulit diajak untuk me-refresh dakwah maupun sekedar datang thalibul ilmi. Apa dampak FB ya? Wallahua’lam…

Kesendirian dan kekeringan iman itupun terobati dengan terkabulnya do’a saya sebagai hadiah Ramadhan dari Allah. Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan orang-orang yang berjuang di masjid demi tegaknya syi’ar Islam. Dengan mereka, saya terlibat acara amal dan kegiatan Ramadhan lainnya. Teman saya jadi bertambah baaanyaak (。>0<。).

Subhanallah.. ternyata, rumusnya juga bisa begini :

.+: Life more = new friends ^ ^.+:

Life more = knowing reality

Dari waktu yang tidak untuk FB, saya hidup dengan lebih mengenal kenyataan. Saat baksos misalnya. Rasanya seperti artis saat turun dari mobil. Padahal pakaian ini biasa-biasa saja. Saya melihat sendiri ternyata masih ada orang yang kesulitan mendapatkan air. Sekolah pun sedikit. Anak-anak desa yang masih SD itu terdiam saat ditanya apa yang akan mereka lakukan selepas SD. Saya penasaran. Saya tidak menemukan bangunan SMP sepanjang perjalanan. Rumah saja jarang.

Orang-orang yang beramal dan mengamati kenyataan juga banyak berbagi cerita. Tangis di hampir setiap pertemuan, meluluhkan hati kami. Sungguh, pada diri manusia ini banyak yang perlu diperbaiki. Tetapi manusia itu sombong, sekedar bersyukur saja suliiit sekali bagi mereka.

Ada lagi kisah tentang seorang anak yang harus menyetorkan uang 75 ribu per hari pada orang tuanya. Kalau tidak, ia tidak boleh masuk rumah. Hingga akhirnya ia terlibat traficking. Lalu, kisah tentang pemuda yang dibuang orang tuanya sejak kecil. Kini, ia telah menjadi manusia yang sepenilaian saya lebih mulia dari manusia yang beruntung karena akhlaq dan amalnya. Wallahua’lam, hanya Allah yang Maha Mengetahui Isi Hati.

Masih banyak lagi pelajaran hidup yang saya dapat selama setahun. Yang mungkin tidak akan saya dapat tanpa mengorbankan sedikit ego untuk kesenangan diri belaka. Semua ini, membuat saya merasa lebih bersyukur, dan terus termotivasi untuk beramal baik lagi.

Jika saat itu tempat berlabuh saya hanya di warung hotspot untuk akses FB sepuasnya, mungkin saya akan merasa hidup saya sempit. Bagaimana tidak, saat mata memandang ke kanan situs, ada foto si A dengan berbagai pose yang cantik karena sering perawatan di salon mahal. Saat mata beralih ke kiri, ada foto-foto si B saat di bersenang-senang di luar negeri. Yang lainnya, sedang makan enak di restoran mahal, foto dengan pacar cakep ato artis kenamaan, dll.

Memang manusia disyari’atkan untuk menunjukkan ni’mat Allah. Tetapi, kalo kasusnya seperti ini, lebih tampak sebagai ajang pamer. Susah untuk tidak sombong dengan semua itu. (_-)

Saya tidak cantik. Saya tidak kaya. Tapi di semua sudut FB, orang-orang terlihat tidak mempunyai masalah dengan uang. Sedangkan saya, untuk memajang foto kece berkacamata hitam lagi duduk di dalam mobil saja ga mungkin banget. Tampang kurang, mobil ga ada, bahkan kamera buat jeprat jepret pun belom dikasih Allah. (_ _;)=3

Tapi alhamdulillah, saya sama sekali tidak berambisi seperti mereka. Kalo iya, bisa-bisa kaya cewek” ABG di koran itu, gabung dengan usaha prostitusi via FB demi uang. Naudzubillah..

Fitnah Berkurang

Ini adalah dampak yang paling saya suka. Teman-teman memang gatal untuk membiarkan seorang gadis seumuran saya berstatus jomblo. Dengan alasan yang tidak masuk akal, biasanya ada saja gossip miring saya dengan cowok X yang cukup bikin keki. Nah, alhamdulillah,, tanpa FB, pintu masuknya jalan itu pun tertutup rapat. =)

Real life = real love

Buat anak muda, eksis di dunia maya, mungkin tidak lengkap tanpa cinta dunia maya, yang terkadang maya. Sedangkan saya tanpa FB, Alhamdulillah telah menemukan the real lovedi dunia nyata. Bahkan tidak cuma 1. Σ( ̄ロ ̄lll) Ups, jangan salah.. the real love di sini bukan sesuatu yang membuat saya melepas status jomblo. Karena the real love itu adalah cinta karena Allah. Ciri-cirinya :

  • tidak bertambah dengan adanya pemberian
  • tidak berkurang dengan tiadanya pemberian
  • tidak bertambah dengan seringnya ketemuan
  • tidak berkurang dengan perpisahan
  • bukan karena kepentingan

Indah bukan?? (*´v*)

Mereka mengamalkan anjuran mengungkapkan cinta karena Allah. Tidak hanya itu, kami juga saling memberi nasehat dan saling mendo’akan. ヽ(゚ω゚ )ノヽ( ゚ω゚)ノヽ(゚ω゚ )ノ

Semoga Allah selalu merahmati mereka…  Sesungguhnya kami sangat berharap akan naungan Allah kelak ketika nanti matahari berada di atas kepala-kepala manusia dan tiada naungan lain selain dariNya.

゚.+:。 .+:。゚.+:。 .+:。゚.+:。 .+:。゚.+:。 .+:。

Phew.. Cukup banyak juga hal-hal positif yang saya dapat selama setahun, namun bisa jadi banyak juga yang terlewat tanpa ada FB dalam hidup saya (*^-^). Dan saya harap, para facebooker yang masih aktif dapat mengisi aktifitas positif di FB (o ̄∇ ̄)/. Karena saya yakin, tidak hanya pena atau tindakan nyata saja yang mampu memberi kebaikan.

Jadikan FB di tangan Anda memberi perubahan positif!!! (o ̄∇ ̄)/

Atau setidaknya menangkal hal-hal negatif. (`∇´)

Regards,

LayLay

6 thoughts on “1 Year Anniversary :: Life Without Facebook (FB)

  1. sth_rei says:

    Wa Lai lai, sugoi,,,,,,,

    Teruskan perjuanganmu, mudah2an Allah SWT masih memberi kesempatan tuk kita berjumpa lagi

    Best regards, ~Resti_

    Like

    • Amina Hasan says:

      Seandainya Alloh memberi RahmatNya kepada setiap anak muda seperti penulis, akan tentram damailah kehidupan para anak muda. Tidak akan ada lagi membunuh karrena cemburu,

      Like

    • 🙂

      Fenomena FB memang seperti pisau bermata dua…

      Betul . . Sebenarnya adanya internet pun demikian.. ^ ^
      Semoga kita semua menjadi pengguna yang bijak.. Amiin..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s