2010, Tahun Paling Berbahaya Bagi Al-Quds dan Al-Aqsha

Nawaf Zara

Penulis Palestina

Harian Al-Bayan Uni Emirat

nawafzaru@yahoo.com

Judul di atas bukan basa-basi apalagi propaganda media atau mengada-ngada. Ini sungguh-sungguh. Data-data yang ada menunjukan peringatan berbahaya bagi bangsa Arab dan kaum muslimin, bahwa tahun 2010 ini bisa saja terjadi ledakan dramatic di Al-Quds.

Warga Al-Quds dan lembaga waqaf serta para ulamanya mengakui bahwa tahun ini akan menjadi tahun tersulit bagi Palestina, terutama Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds. Setidaknya ini menurut laporan pihak Palestina.

Sejumlah elemen keagamaan Israel yang didukung pemerintahan Netanyahu sedang mempersiapkan berbagai macam penodaan terhadap Al-Aqsha dan Kubbah Sakhra di sejumlah bangunan di al-haram Al-Quds. Hal ini tidak berlebihan mengingat gelombang yahudisasi Al-Quds terus berjalan menggempur dari berbagai sisi. Baik dari sisi informasi, jalan-jalan ataupun proyek perencanaan. Di tingkat internasional bahkan yahudisasi ini sudah sampai di China.

Maka “yahudikan Al-Quds sampai ke negeri China” merupakan judul tulisan yang menggemparkan di Aljazeera.net bagi siapa yang ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di Al-Quds berupa pelanggaran dan penodaan yang tak pernah berhenti dari Zionis. Pertempuran Israel untuk meyahudian Al-Quds tidak terbatas pada penggalian terowongan ataupun pengusiran dan penghancuran rumah Palestina. Tetapi mencakup sejumlah sector yang tak kurang pentingnya.

Kita menyaksikan, bagaimana media-media China menjadi ajang propaganda Zionis yang secara luas dan terencana, didukung dengan dana tak terbatas, bertujuan memalsukan sejarah dan menciptakan realitas baru secara geografis di benak warga China. Ada sejumlah foto untuk mempromosikan masjid Kubbah Sakhra yang diimingi-imingi dengan bonus. Promosi ini menempati halaman-halaman luas di sejumah surat kabat China juga di situs-situs resminya. Tujuanya adalah mendorong para pelancong China untuk berkunjung ke Israel. (Aljazeera.net 30/12/2009)

Dengan demikian, Israel tidak hanya melakukan propaganda Freemasonry di Al-Quds saja, tetapi juga menerapkan realitas baru yang tidak bisa diubah hanya melalui perundingan apapun. Mereka juga melakukan kebohongan opini di tingkat internasional hingga sampai di China. Sebagai akibat dari promosi pandangan Zionis legendaries yang berkaitan dengan Al-Quds bangsa Arab yang islami. Tujuannya adalah membalikan hakikat dan meyakinkan dunia bahwa Al-Quds adalah Al-Quds Yahudi.

Mereka terus bekerja untuk menciptakan Al-Quds Yahudi. Sebagaimana mereka membuat negara Israel. Hanya saja negara Israel menurut mereka tidak akan sempurna tanpa menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota abadi mereka.

Lihatlah Giladh Sharon sebagai keturunan raja Israel, Ariel Sharon menulis di harian Yedeot Aharonot dengan judul “Semua distrik Kota Lama Seluas kurang dari satu meter persegi, Jabal Bait yang luasnya kurang dari 150 hekter adalah inti permasalahan. Inti ceritanya bahwa bangsa yahudi datang ke negaranya. Sementara Zionis tidak akan berdiri tanpa Zion. dan semua yang telah terjadi di sini tidak akan terjadi lagi..”

Demikian juga dengan Netanyahu yang menganggap Al-Quds sudah menyatu dengan keabadian yahudi. Ia mengatakan, “Keabadian menyatu dengan Al-Quds sementara bejana kehidupan menyatu dengan Tel Aviv..”. Shilvan Shalom sebagai salah satu tokoh di partai Likud tak mau kalah ia mengatakan, “Pertempuran telah dimulai untuk menerapkan kedaulatan Israel atas Al-Quds, terutama Jabal Haikal di Masjid Al-Aqsha”.

Di sisi lain, sejumlah harian Ibrani memperkirakan tentang kehancuran al-Aqsha. Ketika harian Haaretz menyebutkan, “Di sana ada khabar kenabian yang dikatakan salah seorang rahib abad 18 bernama, John Filna telah menentukan awal pembangunan Haikal ketiga dimulai pada hari ke 16 Maret 2010.  “Kabar kenabian ini mencakup bahwa Yahudi akan mulai membangun kuil Haikal ketiga mereka bersamaan dengan pemancangan sinagog Huraba yang berada di areal milik Yahudi di Al-Quds”. Catatan sejarah yang membentang sejak abad tersebut dimana rahib Filna hidup terus membesar bersamaan dengan rencana penghancuran Al-Aqsha.

Seorang penulis Zionis Harael lain lagi, Ia mengungkapkan di Haaretz, “Pada akhirnya pemerintah akan menarik niatnya untuk menghancurkan masjid-masjid di Jabal Haikal. Ia juga tidak memanfaatkan musim haji di musim perayaan Arish untuk mendirikan maket peletakan batu pertama untuk Haikal ketiga. Ia akan menunggu waktu yang tepat, karena takut intifadadh ketiga. Mereka hanya akan mengusir bangsa Arab dan Ummu Fakhma”.

Komisi rahib Zionis di Tepi Barat justru menyerukan untuk menutup Masjid Al-Aqsha bagi kaum muslimin secara permanen. “Bangsa Arab telah menodai tempat yang paling suci bagi yahudi. Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan terorisme dan pusat perlawanan. Dengan demikian tempat tersebut harus ditutup dan mereka dilarang mengunjungi tempat tersebut selamanya”.

Adapun Yahudi Atzion yang berkonspirasi untuk meledakan Qubbah Sakhra. Mereka menegaskan, bawah ledakan di Qubbah Sakhra sesuatu yang mesti terjadi, jika negara tidak bisa menyingkirkan bangunan Al-Aqsha dan memindahkanya ke Makkah sebagai cikal bakal pandangan Muhammad”.

Harian Yedeot Aharonot mengungkapkan, puluhan kelompok Yahudi semisal “Para pencinta Haikal, pimpinan Profesor Helil Fayes dan Hayyu Qayyum milik kelompoknya Yahuda Etzion serta Jabal Hamur, pimpinan rahib Yetshar Ishaq Shabira dan Dude David Covets dan yang lainya sedang bekerja untuk mengembalikan bahan-bahan bangunan Haikal dan berupaya mengembangkan, Sapi kemerah-merahan yang akan memurnikan imam mereka dengan memakai baju kebesaran imam.

Mereka juga mengadakan pertemuan untuk menkaji pemahanan Haikal dan berlatih untuk mengabdi pada Haikal. Mereka telah mengkondisikan hati-hati mereka menuju satu hari yang akan datang dalam waktu dekat. Termasuk mendirikan sekolah-sekolah agama di Al-Quds juga rumah-rumah yahudi di wilayah Al-Quds. Hal ini juga mengakibatkan dibangunya terowongan-terowongan di di bawah kota Silwan (David) yang dibiayai pemerintah, hingga timbulnya retakan-retakan di jalan utama.

Negara Israel dengan semua departemen, tentara dan organisasinya, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia bekerja untuk tujuan ini. Mereka bekerja siang dan malam tanpa henti untuk terus meyahudikan al-Quds secara keseluruhan di bawah kendali Israel.

Dari semua paparan di atas dan yang lainya yang tidak bisa dirinci karena keterbatasan ruang dan waktu, maka diperkirakan tahun 2010 ini merupakan tahun yang paling sulit bagi Al-Quds dan Al-Aqsha, ditengah ancaman sebenaranya. Jika bangsa Arab dan kaum muslimin tidak mau bergerak, dipastikan rencana mereka akan terjadi. (asy)

2 thoughts on “2010, Tahun Paling Berbahaya Bagi Al-Quds dan Al-Aqsha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s