Saya Ingkar Janji, Lalu Apa yang Terjadi…

“Saya berjanji datang mengisi acara jauh-jauh hari, namun saya membatalkannya…”

“Saya berjanji untuk mengembalikan buku ini seminggu lagi.. Namun karena tidak ditagih, saya masih menyimpannya…”

“Saya meminjam uang teman karena tidak ada uang kecil.. Lalu saya melupakannya karena nilainya tidak seberapa..”

Saya berjanji.. Janji.. Janji.. Dan mengingkarinya.. Lalu apa yang terjadi???

Sesungguhnya ingkar janji bukanlah perkara yang ringan dan mudah sehingga diremehkan orang begitu saja, akan tetapi itu adalah perkara yang kaitannya dengan keimanan yang layak untuk diteliti sebab-sebab dan dampak besar yang telah menjangkit pada diri individu maupun masyarakat.

Pada blog ini telah dipaparkan mengenai sebab-sebabnya di ‘Mengapa Sulit Tepat Waktu?’, maka sekarang akan saya paparkan tentang pengaruh dan permasalahan apabila seseorang ingkar janji , diantaranya

1. Tidak Adanya Perasaan Bersalah

Ini adalah permasalahan serius. Ketika memang sudah tersebar di tengah masyarakat bahwa si fulan adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan tidak bisa memegang janji, maka hendaknya mereka menghindar dari orang semacam ini, kemudian tidakmengikutsertakan mereka dalam urusan yang penting dan tidak pula diundang. Karena pada pada dasarnya tataran kehidupan tidak pengaruh baginya. Maka perhatikanlah, bagaimana jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang tidak bisa disiplin waktu, sehingga kebiasaan itu menjadikannya asal-asalan atau tidak serius dalam bekerja, bahkan melenceng daripada itu – Wal’iyadzu Billahi-.

Al-Ustadz Syeit Khattab رحمه الله berkata, “Sesungguhnya orang yang menyelisihi janji atau terlambat waktu yang telah ditentukan meskipun satu menit ia tetap akan terkena dosa,1 telah menyimpang dari akhlak al-Qur’an, meremehkan manusia, melukai teman-temannya, tidak akan memperoleh penghoramatan seorang pun kecuali orang semisalnya. Lebih dari itu ia telah menyita waktu orang lain dengan percuma, membuat mereka bingung dan gelisah, karena menunggu itu lebih panas dari api. Hal in sebagaimana perkataan orang Arab yang sudah masyhur…. Dari kacamata agama maka itu adalah sebuah kelalaian, adapun dari kacamata akhlak itu adalah termasuk akhlak tercela yang tidak akan didapati pada diri seseorang selama-lamanya dan tidak sepantasnya hal itu terjadi. Sedangkan dari kacamata sosial – ingkar janji – adalah termasuk sesuatu yang bisa merusak martabat seseorang dan menyeretnya kepada lubang kehinaan akhlak”.2

2.Tidak Adanya Komitmen dengan Janji

Ini adalah permasalahan yang sudah membudaya,  bahkan menjadi trend di kalangan masyarakat untuk tidak hadir tepat waktu. Sehingga mereka menganggap hadir pada pukul 9/10 tidak mengapa walaupun ketentuan nya pukul 8.

Bahkan lebih parahnya, telah tersebar pada masyarakat sebuah ungkapan, “Kita buat time table pada pukul 8, nanti kita mulai pukul sembilan!!!!”. Subhanallah?!! Apa ini?? Di manakah letak keseriusan mereka dalam menepati janji…

3.Bergabung dengan Orang-Orang yang Lalai

Apabila seseorang bersungguh-sungguh melihat komunitas orang yang suka membuat janji dan terbiaasa terlambat serta tidak menaruh perhatian selayanya, maka hal ini bisa membuatnya tidak lagi percaya dengan berbagai janji yang mereka buat. Bahkan ia akan beralasan untuk tidak hadir dan tidak lagi bergabung dengan komunitas tersebut. Sehingga orang yang bersungguh-sunguh telah lari dari mereka, yang tersisa adalah orang yang lemah semangat. Maka, kemajuan dan hasil apa yang bisa diharapkan dari perbuatan seperti ini? Dan apakah masuk akal orang yang bersungguh-sungguh bergabung dengan orang lalai?

4.Menunda-Nunda Amal

Jika sudah menjalar di tengah-tengah masyarakat kebiasaan meyelisihi janji atau terlambat, maka cepat atau lambat akan banyak pekerjaan yang terbengkalai, dan tidak terlaksana rencana dan tujuan. Hal ini merupakan sebuah kerugian bagi orang yang disiplin.

5.Tidak Paham akan Substansi Acara

Orang yang datang terlambat tidak akan mungkin melaksanakan hasil keputusan dengan baik dan benar dengan sebab keterlambatannya dan ketidakpahamannya tentang diskusi yang berlangsung. Lebih parah lagi, jika ada sebagian orang yang keluar sebelum diskusi rapat selesai, sehingga keluar dengan kesimpulan terbatas.

Sungguh besar sekali kerugian jika kita termasuk orang-orang yang mengalami kondisi di atas. Sudah banyak saya melihat orang-orang di sekitar saya terindikasi olehnya. Dan semoga saya dan para pembaca mau belajar dan memperbaiki diri untuk menghindari 1/3 dari kemunafikan, yaitu ingkar janji. Dan mari berlindung kepada Allah سبحانه و تعالى agar terhindar dari akhlak buruk ini.. Amiin.

—————————————

1 Perkataan beliau ini adalah bentuk penekanan.

2 Majalah ‘Liwaul Islam’ : 17

—————————————-

Sebuah estafet ilmu dan hasil inspirasi dari tulisan:

**** Dr.  Muhammad Musa Syarif. Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu hal.35 . Penerbit al Bayan****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s