2010, Tahun Paling Berbahaya Bagi Al-Quds dan Al-Aqsha

Nawaf Zara

Penulis Palestina

Harian Al-Bayan Uni Emirat

nawafzaru@yahoo.com

Judul di atas bukan basa-basi apalagi propaganda media atau mengada-ngada. Ini sungguh-sungguh. Data-data yang ada menunjukan peringatan berbahaya bagi bangsa Arab dan kaum muslimin, bahwa tahun 2010 ini bisa saja terjadi ledakan dramatic di Al-Quds.

Warga Al-Quds dan lembaga waqaf serta para ulamanya mengakui bahwa tahun ini akan menjadi tahun tersulit bagi Palestina, terutama Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds. Setidaknya ini menurut laporan pihak Palestina.

Sejumlah elemen keagamaan Israel yang didukung pemerintahan Netanyahu sedang mempersiapkan berbagai macam penodaan terhadap Al-Aqsha dan Kubbah Sakhra di sejumlah bangunan di al-haram Al-Quds. Hal ini tidak berlebihan mengingat gelombang yahudisasi Al-Quds terus berjalan menggempur dari berbagai sisi. Baik dari sisi informasi, jalan-jalan ataupun proyek perencanaan. Di tingkat internasional bahkan yahudisasi ini sudah sampai di China.

Maka “yahudikan Al-Quds sampai ke negeri China” merupakan judul tulisan yang menggemparkan di Aljazeera.net bagi siapa yang ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di Al-Quds berupa pelanggaran dan penodaan yang tak pernah berhenti dari Zionis. Pertempuran Israel untuk meyahudian Al-Quds tidak terbatas pada penggalian terowongan ataupun pengusiran dan penghancuran rumah Palestina. Tetapi mencakup sejumlah sector yang tak kurang pentingnya.

Kita menyaksikan, bagaimana media-media China menjadi ajang propaganda Zionis yang secara luas dan terencana, didukung dengan dana tak terbatas, bertujuan memalsukan sejarah dan menciptakan realitas baru secara geografis di benak warga China. Ada sejumlah foto untuk mempromosikan masjid Kubbah Sakhra yang diimingi-imingi dengan bonus. Promosi ini menempati halaman-halaman luas di sejumah surat kabat China juga di situs-situs resminya. Tujuanya adalah mendorong para pelancong China untuk berkunjung ke Israel. (Aljazeera.net 30/12/2009)

Dengan demikian, Israel tidak hanya melakukan propaganda Freemasonry di Al-Quds saja, tetapi juga menerapkan realitas baru yang tidak bisa diubah hanya melalui perundingan apapun. Mereka juga melakukan kebohongan opini di tingkat internasional hingga sampai di China. Sebagai akibat dari promosi pandangan Zionis legendaries yang berkaitan dengan Al-Quds bangsa Arab yang islami. Tujuannya adalah membalikan hakikat dan meyakinkan dunia bahwa Al-Quds adalah Al-Quds Yahudi.

Mereka terus bekerja untuk menciptakan Al-Quds Yahudi. Sebagaimana mereka membuat negara Israel. Hanya saja negara Israel menurut mereka tidak akan sempurna tanpa menjadikan Al-Quds sebagai ibu kota abadi mereka.

Lihatlah Giladh Sharon sebagai keturunan raja Israel, Ariel Sharon menulis di harian Yedeot Aharonot dengan judul “Semua distrik Kota Lama Seluas kurang dari satu meter persegi, Jabal Bait yang luasnya kurang dari 150 hekter adalah inti permasalahan. Inti ceritanya bahwa bangsa yahudi datang ke negaranya. Sementara Zionis tidak akan berdiri tanpa Zion. dan semua yang telah terjadi di sini tidak akan terjadi lagi..”

Demikian juga dengan Netanyahu yang menganggap Al-Quds sudah menyatu dengan keabadian yahudi. Ia mengatakan, “Keabadian menyatu dengan Al-Quds sementara bejana kehidupan menyatu dengan Tel Aviv..”. Shilvan Shalom sebagai salah satu tokoh di partai Likud tak mau kalah ia mengatakan, “Pertempuran telah dimulai untuk menerapkan kedaulatan Israel atas Al-Quds, terutama Jabal Haikal di Masjid Al-Aqsha”.

Di sisi lain, sejumlah harian Ibrani memperkirakan tentang kehancuran al-Aqsha. Ketika harian Haaretz menyebutkan, “Di sana ada khabar kenabian yang dikatakan salah seorang rahib abad 18 bernama, John Filna telah menentukan awal pembangunan Haikal ketiga dimulai pada hari ke 16 Maret 2010.  “Kabar kenabian ini mencakup bahwa Yahudi akan mulai membangun kuil Haikal ketiga mereka bersamaan dengan pemancangan sinagog Huraba yang berada di areal milik Yahudi di Al-Quds”. Catatan sejarah yang membentang sejak abad tersebut dimana rahib Filna hidup terus membesar bersamaan dengan rencana penghancuran Al-Aqsha.

Seorang penulis Zionis Harael lain lagi, Ia mengungkapkan di Haaretz, “Pada akhirnya pemerintah akan menarik niatnya untuk menghancurkan masjid-masjid di Jabal Haikal. Ia juga tidak memanfaatkan musim haji di musim perayaan Arish untuk mendirikan maket peletakan batu pertama untuk Haikal ketiga. Ia akan menunggu waktu yang tepat, karena takut intifadadh ketiga. Mereka hanya akan mengusir bangsa Arab dan Ummu Fakhma”.

Komisi rahib Zionis di Tepi Barat justru menyerukan untuk menutup Masjid Al-Aqsha bagi kaum muslimin secara permanen. “Bangsa Arab telah menodai tempat yang paling suci bagi yahudi. Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan terorisme dan pusat perlawanan. Dengan demikian tempat tersebut harus ditutup dan mereka dilarang mengunjungi tempat tersebut selamanya”.

Adapun Yahudi Atzion yang berkonspirasi untuk meledakan Qubbah Sakhra. Mereka menegaskan, bawah ledakan di Qubbah Sakhra sesuatu yang mesti terjadi, jika negara tidak bisa menyingkirkan bangunan Al-Aqsha dan memindahkanya ke Makkah sebagai cikal bakal pandangan Muhammad”.

Harian Yedeot Aharonot mengungkapkan, puluhan kelompok Yahudi semisal “Para pencinta Haikal, pimpinan Profesor Helil Fayes dan Hayyu Qayyum milik kelompoknya Yahuda Etzion serta Jabal Hamur, pimpinan rahib Yetshar Ishaq Shabira dan Dude David Covets dan yang lainya sedang bekerja untuk mengembalikan bahan-bahan bangunan Haikal dan berupaya mengembangkan, Sapi kemerah-merahan yang akan memurnikan imam mereka dengan memakai baju kebesaran imam.

Mereka juga mengadakan pertemuan untuk menkaji pemahanan Haikal dan berlatih untuk mengabdi pada Haikal. Mereka telah mengkondisikan hati-hati mereka menuju satu hari yang akan datang dalam waktu dekat. Termasuk mendirikan sekolah-sekolah agama di Al-Quds juga rumah-rumah yahudi di wilayah Al-Quds. Hal ini juga mengakibatkan dibangunya terowongan-terowongan di di bawah kota Silwan (David) yang dibiayai pemerintah, hingga timbulnya retakan-retakan di jalan utama.

Negara Israel dengan semua departemen, tentara dan organisasinya, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia bekerja untuk tujuan ini. Mereka bekerja siang dan malam tanpa henti untuk terus meyahudikan al-Quds secara keseluruhan di bawah kendali Israel.

Dari semua paparan di atas dan yang lainya yang tidak bisa dirinci karena keterbatasan ruang dan waktu, maka diperkirakan tahun 2010 ini merupakan tahun yang paling sulit bagi Al-Quds dan Al-Aqsha, ditengah ancaman sebenaranya. Jika bangsa Arab dan kaum muslimin tidak mau bergerak, dipastikan rencana mereka akan terjadi. (asy)

Advertisements

Akhwat Most Wanted

Siapa yang gak mau jadi Akhwat idaman? Walau tidak semua ingin dipuja dan dinobatkan sebagai Miss Akhwat tapi semua pasti ingin menjadi Akhwat Idaman . Bagaimana tidak? Ia menjadi sosok kecintaan Allah dan RasulNya . Ia adalah wanita dambaan syurga. Di dunia, ia adalah tempat berlabuhnya cinta sejati karena Allah semata.  Ia tidak sekedar menjadi anggota FBI (Female Bidikan Ikhwan), lebih dari itu.. ia merupakan sosok meneduhkan bagi orang-orang di sekitarnya, tentu karena akhlak dan lisannya

Yup, Akhwat Most wanted , entah siapa dia? Dia bukan siapa-siapa. Dia tak cantik juga tak buruk rupa, dia tak kaya juga tak Miskin, dia tak selembut Khadijah, tak setabah Fathimah ataupun secantik Aisyah.

Dia begitu biasa dan sangat Sederhana Dia Lemah, tapi tak pernah seorang pria pun mengganggunya. Hijabnya adalah Tameng Nafsu, dan tunduk pandangannya adalah pedang penebas Syahwat.

Semua takjub menatapnya, dan semua kegum akan dirinya . Di mata manusia ia pelita , di mata Allah ia  Mutiara Dia Pemalu, tapi tak pernah kehilangan izzah. Jika siang .. engkau akan melihatnya dibalik hijab dan jika malam .. jangan cari ia di gelap dunia. Karena ia sedang sujud, matanya sembab memuja Rabb-Nya.

Dia Indah walau tak cantik. Banyak yang bilang dia indah karena hatinya , Karenanya ia selalu memohon ampun pada Rabb-Nya. Memohon dijauhkan dari ria dan Fitnah , akan getar hati kaum Adam yang mengenangnya.

Dia Lugu tapi tak bodoh. Pikirannya jernih dan selalu mencari kebenaran dari Peciptanya . Dia tak akan kehilangan arah, karena Al Quran selalu menuntunnya, dan As Sunnah menjadi jalannya. Tiada henti langkahnya…  meniti jalan menuju Surga.

Siapa mau seperti dia Neh ada tips buat temen-temen semua…

Silahkan di coba, beneran…. ini  Tips Ajaib :

  • Usap seluruh wajah dengan bedak merk  Air Wudhu .. niscaya akan bercahaya sepanjang masa.
  • Gunakan pemerah pipi dari kosmetik  Mustika Rasa Malu agar senantiasa terjaga iman .
  • Oleskan lipstik Kejujuran pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutur kata .
  • Serta tambahkan lipgloss Tutur Kata Lemah Lembut agar bibir terlihat indah bercahaya.
  • Hiasi mata dengan maskara Ghadhul Bashor (menundukan pandangan) agar semakin lentik, bening dan jernih
  • Pakailah sabun wangi Istighfar untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, hingga harum setia setiap saat.
  • Rawat rambut dengan shampo berupa  Jilbab Islami untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan.
  • Hiasi tangan dengan gelang emas Tawadhu menengadahkan tangan berserah diri hanya kepada Allah .
  • Hiasi jari-jari dengan cincin bermata  Ukhuwah  agar semakin erat persahabatan .
  • Hiasi badan dengan baju dari rumah mode  Kesucian dan Taqwa yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis, tembus pandang .

Coba deh…. Dan rasain bedanya jadi kategori “Akhwat Most Wanted “.

Footnote: Tips oleh Mbak Lizsa Ang
Sumber : http://cindrarusni.blogspot.com/2009/09/akhwat-most-wanted.html dengan sedikit perubahan . . .

Amalan Menyimpang di Bulan Shafar

Temen-temen yang berasal dari Jawa, mungkin pernah liat Amalan menyimpang bulan Shafar : Rebo Wekasanyang namanya ritual ‘Rebo Wekasan’. Ritual ini dilakuin pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Buat apa?? Buat tolak bala’/musibah.

Ada yang ngerayain Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (Yogyakarta) atau Rebo Kasan (Sunda Banten) secara besar-besaran, ada yang ngerayain secara sederhana dengan membuat makanan yang kemudian dibagi ke orang-orang yang hadir, namun diawalin dengan tahmid, takbir, zikir plus tahlil serta diakhir dengan do’a.

Ada juga lho yang ngerayain dengan melakukan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun secara berjamaah. Bahkan ada yang cukup cuma jalan-jalan ke pantai untuk mandi untuk menyucikan diri dari segala kesalahan dan dosa.

Sobat muda, dalam Islam berbagai shalat baik wajib maupun sunnah telah disebutkan dalam Hadits Nabi saw secara lengkap yang termuat di berbagai kitab Hadits, tapi shalat Rebo Wekasan seperti yang dijelasin di atas tidak ditemukan. Shalat wajib atau shalat sunnah itu ibadah yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya, baik tata cara mengerjakannya maupun waktunya. Tidak benar membuat atau menambah shalat baik wajib maupun sunnah dari yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Jadi, intinya.. ibadah hanya dapat dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan, kalo ga gitu, maka ibadahnya sia-sia belaka.

Selain tradisi di atas, bulan Shafar, sebagaimana bulan Muharram (Jawa: Suro) itu diyakini sebagai bulan yang keramat dan bikin sial, ada juga anggapan bahwa bulan Shafaritu bulan yang membawa sial, naas, dan penuh malapetaka. Astaghfirullahaladziim… Bcuz anggapan ini, maka tidak boleh mengadakan hajatan  di bulan tersebut, atau ngerjain pekerjaan-pekerjaan penting lain cuman karena anggapan akan nanti jadi bencana, atau gagal dalam pekerjaan itu.

Menganggap sial waktu-waktu tertentu, ato hewan-hewan tertentu, ato sial karna liat adanya peristiwa dan mimpi tertentu sebenarnya cuman khayalan dan khurafat belaka. Itu cuman keyakinan yang nunjukin dangkalnya aqidah dan tauhid orang-orang yang percaya begituan.

Jadi temen-temen tercinta di jalan Allah, di bulan Shafar ga’ ada amalan-amalan khusus yang perlu dilakuin. =)

Bahkan para ‘ulama mengatakan kalo’ seseorang mempercayai 100% di bulan Shafar ada bencana-bencana maka ia tergelincir ke dalam salah satu bentuk kesyirikan. Naudzubillah…..

-Estafet Ilmu dari Buletin Remaja Islam Istiqomah (dengan sedikit
 perubahan)-

Saya Ingkar Janji, Lalu Apa yang Terjadi…

“Saya berjanji datang mengisi acara jauh-jauh hari, namun saya membatalkannya…”

“Saya berjanji untuk mengembalikan buku ini seminggu lagi.. Namun karena tidak ditagih, saya masih menyimpannya…”

“Saya meminjam uang teman karena tidak ada uang kecil.. Lalu saya melupakannya karena nilainya tidak seberapa..”

Saya berjanji.. Janji.. Janji.. Dan mengingkarinya.. Lalu apa yang terjadi???

Sesungguhnya ingkar janji bukanlah perkara yang ringan dan mudah sehingga diremehkan orang begitu saja, akan tetapi itu adalah perkara yang kaitannya dengan keimanan yang layak untuk diteliti sebab-sebab dan dampak besar yang telah menjangkit pada diri individu maupun masyarakat.

Pada blog ini telah dipaparkan mengenai sebab-sebabnya di ‘Mengapa Sulit Tepat Waktu?’, maka sekarang akan saya paparkan tentang pengaruh dan permasalahan apabila seseorang ingkar janji , diantaranya

1. Tidak Adanya Perasaan Bersalah

Ini adalah permasalahan serius. Ketika memang sudah tersebar di tengah masyarakat bahwa si fulan adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan tidak bisa memegang janji, maka hendaknya mereka menghindar dari orang semacam ini, kemudian tidakmengikutsertakan mereka dalam urusan yang penting dan tidak pula diundang. Karena pada pada dasarnya tataran kehidupan tidak pengaruh baginya. Maka perhatikanlah, bagaimana jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang tidak bisa disiplin waktu, sehingga kebiasaan itu menjadikannya asal-asalan atau tidak serius dalam bekerja, bahkan melenceng daripada itu – Wal’iyadzu Billahi-.

Al-Ustadz Syeit Khattab رحمه الله berkata, “Sesungguhnya orang yang menyelisihi janji atau terlambat waktu yang telah ditentukan meskipun satu menit ia tetap akan terkena dosa,1 telah menyimpang dari akhlak al-Qur’an, meremehkan manusia, melukai teman-temannya, tidak akan memperoleh penghoramatan seorang pun kecuali orang semisalnya. Lebih dari itu ia telah menyita waktu orang lain dengan percuma, membuat mereka bingung dan gelisah, karena menunggu itu lebih panas dari api. Hal in sebagaimana perkataan orang Arab yang sudah masyhur…. Dari kacamata agama maka itu adalah sebuah kelalaian, adapun dari kacamata akhlak itu adalah termasuk akhlak tercela yang tidak akan didapati pada diri seseorang selama-lamanya dan tidak sepantasnya hal itu terjadi. Sedangkan dari kacamata sosial – ingkar janji – adalah termasuk sesuatu yang bisa merusak martabat seseorang dan menyeretnya kepada lubang kehinaan akhlak”.2

2.Tidak Adanya Komitmen dengan Janji

Ini adalah permasalahan yang sudah membudaya,  bahkan menjadi trend di kalangan masyarakat untuk tidak hadir tepat waktu. Sehingga mereka menganggap hadir pada pukul 9/10 tidak mengapa walaupun ketentuan nya pukul 8.

Bahkan lebih parahnya, telah tersebar pada masyarakat sebuah ungkapan, “Kita buat time table pada pukul 8, nanti kita mulai pukul sembilan!!!!”. Subhanallah?!! Apa ini?? Di manakah letak keseriusan mereka dalam menepati janji…

3.Bergabung dengan Orang-Orang yang Lalai

Apabila seseorang bersungguh-sungguh melihat komunitas orang yang suka membuat janji dan terbiaasa terlambat serta tidak menaruh perhatian selayanya, maka hal ini bisa membuatnya tidak lagi percaya dengan berbagai janji yang mereka buat. Bahkan ia akan beralasan untuk tidak hadir dan tidak lagi bergabung dengan komunitas tersebut. Sehingga orang yang bersungguh-sunguh telah lari dari mereka, yang tersisa adalah orang yang lemah semangat. Maka, kemajuan dan hasil apa yang bisa diharapkan dari perbuatan seperti ini? Dan apakah masuk akal orang yang bersungguh-sungguh bergabung dengan orang lalai?

4.Menunda-Nunda Amal

Jika sudah menjalar di tengah-tengah masyarakat kebiasaan meyelisihi janji atau terlambat, maka cepat atau lambat akan banyak pekerjaan yang terbengkalai, dan tidak terlaksana rencana dan tujuan. Hal ini merupakan sebuah kerugian bagi orang yang disiplin.

5.Tidak Paham akan Substansi Acara

Orang yang datang terlambat tidak akan mungkin melaksanakan hasil keputusan dengan baik dan benar dengan sebab keterlambatannya dan ketidakpahamannya tentang diskusi yang berlangsung. Lebih parah lagi, jika ada sebagian orang yang keluar sebelum diskusi rapat selesai, sehingga keluar dengan kesimpulan terbatas.

Sungguh besar sekali kerugian jika kita termasuk orang-orang yang mengalami kondisi di atas. Sudah banyak saya melihat orang-orang di sekitar saya terindikasi olehnya. Dan semoga saya dan para pembaca mau belajar dan memperbaiki diri untuk menghindari 1/3 dari kemunafikan, yaitu ingkar janji. Dan mari berlindung kepada Allah سبحانه و تعالى agar terhindar dari akhlak buruk ini.. Amiin.

—————————————

1 Perkataan beliau ini adalah bentuk penekanan.

2 Majalah ‘Liwaul Islam’ : 17

—————————————-

Sebuah estafet ilmu dan hasil inspirasi dari tulisan:

**** Dr.  Muhammad Musa Syarif. Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu hal.35 . Penerbit al Bayan****

Mengapa Sulit Tepat Waktu?

‘Jam karet’ sudah tidak asing lagi kita temui di sekitar kita. Bahkan, mungkin kita sendiri adalah para pelakunya. Sayangnya, saat ini hal itu sudah dianggap lumrah. Pelakunya pun seakan tidak berdosa. Lalu, apakah kita di sini terhitung melakukan dosa? Bukankah tepat waktu berkaitan dengan janji atau komitmen akan sesuatu hal ? Seorang muslim selayaknya lebih tepat waktu dari umat lain. Mari kita simak di sini, apa saja yang membuat seorang muslim sulit tepat waktu.

Janji demi janji berlalu silih berganti dalam kehidupan kita. “Kita rapat jam 9.00”, “Masuk kuliah jam 7.00”, “Acara dimulai jam 19.00”, “Mulai kajian. ba’da ashar” dan sebagainya.. Jika tengok lagi ke belakang,  berapa persen kita dapat tepat waktu? Berapa persen kita terlambat? Berapa persen kita membatalkan janji dengan pemberitahuan sebelumnya? Berapa persen kita tidak memenuhi janji dan meminta maaf sesudah waktu yang dijanjikan? Dan berapa persenkah kita menyalahi janji tanpa alasan bahkan tanpa pemberitahuan? Naudzubillah, semoga kita dimudahkan untuk lebih tepat waktu mulai saat ini…

Sudah jelas sekali bahwa pada diri seseorang yang tidak tepat waktu dan ingkar janji baik tanpa udzur (halangan) maupun yang sering ber-udzur dikarenakan sikap mudah menyalahi janji dan meremehkannya.  Dan sikap mudah meremehkan janji, timbul kepribadian buruk kita karena sebab-sebab berikut :

  1. Lemahnya Iltzam (Berpegang Teguh) pada Hukum-Hukum Syar’I

  2. Sudah menjadi kesepakatan para ulama bahwa mengingkari janji tanpa udzur tidak dibenarkan secara syar’i. Rasulullah saw mengkategorikan ingkar janji adalah termasuk nifaq amali, dengan sabda :

    “Tanda-tanda orang munafiq ada tiga; apabila ia berbicara ia berdusta, apabila berjanji dia ingkar, dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR. al Bukhari)

    Celakanya sebagian orang -yang tampaknya ber-iltizam- jika diingatkan pada sebuah janji, terbersit niat untuk menyelisihinya. Sesungguhnya sejak awal ia tidak ingin menepatinya, namun ia berjanji demi menghindar dari orang lain dan bersih dari cacat. Naudzubillah..

  3. Tidak Adanya Pengetahuan bahwa Menyelisihi Janji tidak Diperbolehkan Kecuali Karena Udzur

  4. Tidak Adanya Perhatian

  5. Sifat ini dikarenakan kurang pahamnya urgensi tepat janji serta sifat acuh tak acuh terhadap perasaan manusia. Sehingga Anda menyaksikan mereka tidak perhatian untuk hadir TEPAT WAKTU, atau bahkan Anda melihat mereka benar-benar tidak hadir. Di antara mereka juga tidak merasa terbebani untuk meminta udzur meski via telepon. Orang semacam ini tidak layak dipercaya dan diberi kepercayaan.

  6. Tidak Memiliki Alat Kontrol Waktu (Jam)

  7. Jam merupakan sarana untuk selalu disiplin dalam mengatur waktu. Tanpa jam, seseorang akan sulit untuk tepat waktu. Namun, dalam memenuhi janji dengan orang penting, seperti menteri / presiden, seseorang cenderung datang tepat waktu /sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini ia lakukan untuk hati-hati dan agar nampak kedisiplinannya.!! Beginilah kenyataan yang terjadi.

  8. Tidak Ada Usaha Untuk Menepatinya

  9. Ada orang yang tidak tepat waktu karena tidak tahu akan pentingnya tepat waktu, atau dia menganggap ada hal yang lebih penting darinya. Hal ini tak dapat dijadikan udzur. Karena mestinya udzur disampaikan sejak awal, sehingga orang lain tak menunggu kehadirannya. Namun, ada saja alasan orang malas meminta udzur, karena kekhawatiran udzur tidak diterima,  atau su’udzon (buruk sangka) atau sebab-sebab lain tak beralasan.

  10. Tidak Memiiki Prioritas Amal

  11. Sebagian orang tidak menepati janji karena alasan yang kurang masuk akal, seperti :

    1. Saya terlambat karena bersama istriku di pasar.
    2. Saya terlambat karena istriku meminta untuk diantar ke rumah keluarga atau temannya.

    Seharusnya waktu dapat diatur sebelumnya, agar janji dapat terpenuhi.

  12. Saya terlambat karena memiliki janji yang lain.
  13. Tidak semestinya kita membuat janji pada waktu bersamaan dan tempat yang berbeda.

  14. Saya terlambat karena ada tamu dadakan dan mereka lama bertamu.
  15. Hal ini bukanlah udzur. Kalau begitu, mana yang lebih penting antara menerima tamu lalu terlambat janji atau meminta udzur kepada mereka lalu memenuhi janji? Masih tidak diragukan lagi bahwa meminta udzur itu lebih utama. Tidak semestinya seseorang merelakan suatu janji/tugas yang harus dia kerjakan, hanya untuk memenuhi hak tamu yang datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih dahulu.

  16. Saya terlambat karena mobilku tidak ada
  17. Janganlah merasa berat untuk memenuhi janji walaupun kendaraan tidak memungkinkan. Dan janganlah merasa gengsi untuk naik angkot sebagai alternatif.

  18. Saya terlambat karena ada agenda lain
  19. Janganlah seseorang membuat banyak janji padahal ia tidak bisa menepatinya. Orang Arab dahulu pernah berkata, “Ada dua perkara yang tidak selamat dari kedustaan, yaitu : banyak janji dan sering udzur” (At Tadzkirah Al Hamduniyah :8/160)

  20. Saya terlambat karena macet
  21. Hal ini haruslah disikapi, karena macetnya jalan dapat diprediksi pada waktu-waktu tertentu.

  22. Saya terlambat karena bertemu seseorang di jalan.

Bagaimanapun juga prioritas utama kita adalah memenuhi janji. Sudah selayaknya hal-hal seperti mengobrol dengan orang yang tidak sengaja ditemui di jalan dapat kita minimalisir.

  • Tidak Memiliki Sarana Pembantu

  • Bagi beberapa orang yang beragenda padat, sarana pembantu seperti time table dan sekretaris merupakan sebuah kebutuhan.

  • Tidak Teguh dalam Menghadapi Masalah

  • Masalah tepat waktu perlu diterapkan dengan memberi pelajaran kepada orang-orang yang meremehkan dan melalaikannya. Perlu ada teguran secara baik dan ketegasan agar hal ini tidak seringkali terulang.

  • Lingkungan dan Masyarakat

  • Sifat-sifat heterogen masyarakat, seperti hidup tidak teratur, malas,  cuek terhadap kesalahan, enggan bertemu orang lain, berleha-leha dan tidak teguh dalam menghadapi suatu perkara merupakan beberapa poin yang perlu disikapi.

    Tidak semestinya kita menyerah dan rela terhadap keadaan yang begini begitu saja, akan tetapi kita harus tertuntut untuk mengobati dan menanganinya.

  • Kepribadian dan Sosiologi Masyarakat

  • Misalnya perbedaan penepatan waktu antara orang timur dan barat. Orang negeri timur seakan tidak mengenal manajemen waktu. Bahkan tepat waktu seakan sangat asing dan berat bagi mereka.  Marilah pahamkan orang-orang yang berada di sekeliling kita, sekaligus sabar dalam membimbing mereka-meskipun berat bagi mereka ketika memulai untuk selalu menepati janji.  Tidak disiplin waktu itu memberikan mudharat bagi mereka sendiri dan orang lain.

    .

    Sebuah estafet ilmu dan hasil inspirasi dari tulisan:

    ** Dr.  Muhammad Musa Syarif. Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu hal.35 . Penerbit al bayan**

    8 Tips Sukses Ujian

    Buat Temen-temen yang mau menghadapi ujian di sekolah atau di kampusnya, kita kasih tips-tips yang bisa bikin sukses ujian kamu semua. InsyaAllah….

    1. Persiapkan diri kamu jauh sebelum ujian.

    Jangan kamu menghadapi ujian dengan mental dan fisik serta pikiran yang tidak siap, karena berarti kamu sudah kalah sebelum perang dimulai. Caranya jangan anggap ujian sebagai suatu yang menakutkan, tetapi cobalah rileks dan enjoy.

    2. Kuasai materi pelajaran dengan baik

    Materi pelajaran harus dikuasai sebaik-baiknya minimal 1 bulan sebelum ujian berlangsung. Kamu bisa belajar mandiri, belajar kelompok dengan teman, ikut bimbingan

    3. Jangan pernah pakai Sistem Kebut Semalam (SKS)

    Hindari sistem belajar seperti ini. Kalau bisa malam sebelum ujian kamu tidur dan istirahat yang cukup agar besoknya rileks dan otak kamu jadi fresh.

    4. Jangan berniat untuk berbuat CURANG atau memakai JIMAT

    Nah, ini juga harus kamu hindari, yakin deh kalo nyontek itu gak bakal menjadi solusi dalam ujian kamu. Apalagi di tambah pakai jimat segala. Masa’ orang beriman kepada Allah dan RasulNya masi percaya jimat.

    5. Jangan habiskan waktu untuk hura-hura dan main.

    Jangan biarkan diri kamu menyesal nanti setelah tidak lulus ujian karena sebelum ujian kamu tidak belajar dan banyak bermain dan hura-hura.

    6. Mintalah do’a pada orang tua

    Ketahuilah bahwa salah satu do’a yang paling maqbul, adalah do’a orang tua kepada anaknya, akan tetapi akan lebih berbeda jika do’a tersebut adalah permintaan anak kepada orang tuanya.

    7. Berdo’a supaya Allah سبحانه و تعالى membukakan pintu hati dan pikiran dalam menghadapi ujian.

    Setelah usaha dilakukan maka langkah selanjutnya adalah berdoa, bahwa usaha tidak ada artinya tanpa do’a. Berdo’alah agar Allah سبحانه و تعالى memudahkan ujian kita.

    8. Serahkan hasil kepada Allah سبحانه و تعالى

    Setelah usaha maksimal dan berdo’a, maka serahkan hasilnya pada Allah سبحانه و تعالى. Kamu hanya perlu berusaha dan berdo’a. apapun hasilnya itulah yang terbaik untuk kamu menurut Allah سبحانه و تعالى. Jangan salahkan siapa-siapa kalau hasilnya kurang baik, mungkin usaha belum maksimal, mungkin lupa berdoa. Dan jangan sombong kalau berhasil mendapat nilai baik. Karena keberhasilan bukan karena usaha kamu sendiri, bisa jadi karena pertolongan Allah سبحانه و تعالى

    -Estafet Ilmu dari Buletin Remaja Islam Istiqomah (dengan sedikit perubahan)-

    “Buat adek2 SMK-ku yang mau ujian….

    Dan saia sendiri beserta teman” kampuz yang mau ujian proposal PA..

    Keep on fighting!!!!

    Ini cuma sekelumit ujian dunia dari episode kehidupan kita.

    Ujian yang sebenarnya adalah Ujian Akhirat yang tergantung dari seberapa baik amal kita di dunia.

    Jadi..

    Jangan sampai ujian dunia ini menorehkan keburukan pada amal yang akan kita bawa & pertanggungjawabkan di akhirat kelak.

    Jadikan semua ini menjadi amal baik.. Dengan meniatkannya sebagai ibadah karena Allah سبحانه و تعالى semata ;)”

    Sekedar Penutup Aurat

    Perhatianku tertuju pada sosok-sosok wanita yang anggun dengan jilbabnya. Benar, mereka tampak anggun sekali dengan sehelai kain yang menutup kepala dan dadanya. Jilbab itu cukup lebar untuk dikenakan. Cukuplah penampilannya membedakan dengan wanita-wanita lain yang kurang memahami batasan tubuh mana yang harus ditutupi.

    Memang, saat ini jilbab sudah banyak dimiringkan maknanya menjadi trend dan mode. Sehingga hakekat jilbab pun sudah kabur dari sebagian besar kaum wanita. Ups, ternyata tidak hanya jilbab-jilbab mini dan ketat saja yang menjadi mode. Tetapi di kalangan tertentu, jilbab besar juga punya pesona tersendiri bagi pemakainya. Simbolik tergabungnya ia dengan kelompok tertentu misalnya. Tidak semua pemakainya berpikir demikian. Hanya saja, sayang sekali ada segelintir orang yang tak memenuhi konsekuensi dari hijab yang dipakainya itu.

    Orang awam akan lebih familiar dengan kata jilbab daripada hijab. Jilbab lebih condong diartikan sebagai penutup kepala, sedangkan hijab adalah penutup keseluruhan aurat. Jadi, hendaklah wanita tidak hanya berjilbab, akan tetapi menutup bagian tubuh yang termasuk aurat. Hijab: maksudnya, busana wanita muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, hijab tersebut mempunyai syarat-syarat tertentu.

    Ketentuan-ketentuan ber-hijab, di antaranya:

    • Hijab itu longgar, sehingga tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh.
    • Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.
    • Tidak memakai wangi-wangian.
    • Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir, sehingga wanita-wanita muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.
    • Tidak memilih wama kain yang kontras (menyala), sehingga menjadi pusat perhatian orang.
    • Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
    • Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki, sebab hal tersebut dilarang oleh syara’.
    • Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer misalnya, sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang agama.

    Hati ini miris sekali. Sudah cukup gadis-gadis berjilbab mini+ketat di luar sana keluyuran dengan pria bukan mahramnya. Kesana-kemari dengan pakaian ketat panjang, dengan jilbab mini/ketat/tipis yang menutupi kepalanya, tapi masih menampakkan bentuk dan terawangan rambut  – isi dari jilbabnya. Tetapi ternyata pelakunya bukan mereka saja. Wanita anggun dengan jilbab yang sampai menutupi dadanya pun ada yang tanpa dosa melakukan hal yang sama. Keluyuran dan boncengan dengan yang bukan mahram, masih colak-colek, bersentuhan, bersalaman dengan pria non-mahram, pacaran,  khalwat, ikhtilat, suka gossip, mencontek, bohong dsb.

    Entah kenapa ia tidak mau tahu dengan esensi hijab dan konsekuensi pemakai hijab. Apalah artinya sebuah jilbab, yang menutupi seluruh tubuh sekalipun, jika akhlaqnya tidak islami, bahkan menyalahi syari’at. Allah ingin melindungi kita dengan hijab dan itulah batas yang telah ditetapkanNya.

    Perlu direnungkan lagi eksistensi jilbab yang kita kenakan. Apakah kita sudah mengenakannya karena Allah? Ataukah karena mode jilbab yang modis&trendy saat ini? Atau sekedar penutup kepala saat keluar rumah? Agar diterima oleh kelompok tertentu? Hanya sekedar formalitas institusi yang sedang kita jalani (karena diwajibkan misalnya)?  Ngikut artis? Disuruh orang lain (pacar,ortu,dll)?

    Ada beberapa indikasi ketidakikhlasan kita-kaum wanita- dalam menggunakan jilbab :

    • Kurang selektif membeli dan mengenakan jilbab, sehingga yang mini, ketat, dan tipis menerawang pun dikenakan.
    • Mudah mengeluh dengan jilbab, misalnya : panas dll.
    • Mengenakannya hanya ketika di luar. Saat orang non mahram ke rumah atau lewat rumah, mereka bisa lihat tontonan gratis sosok lain dari wanita berjilbab yang mereka kenal… tanpa jilbab.
    • Merasa biasa-biasa dengan rambut/bagian tubuh yang masih aurat jika terlihat orang lain. Misal, rambut keluar saat masih berjilbab, rok dengan sobekan besar, lengan baju terlipat hingga 3/4 tangan, dada/leher terlihat, dan sebagainya.
    • Tidak menjaga sikap secara syar’i sebagai konsekuensi dikenakannya jilbab yang merupakan genderang penegakan syari’ah Islam pada diri wanita muslimah. Jilbab disyari’atkan Allah agar wanita tidak diganggu. Lalu  bagaimana jika wanita dengan jilbabnya malah tidak dapat menjaga kelakuan dan batas-batasnya dengan laki-laki non mahram. Bukan berarti dengan menggunakan jilbab saja kita merasa telah aman dari gangguan lelaki. Gangguan itu sangat mungkin jika wanita masih tabaruj (dandan), sering berinteraksi dengan lelaki, dan tidak mempertegas sikap terhadap mereka.

    Indikasi di atas berbahaya sekali. Bisa-bisa jilbab yang dikenakannya tidak bertahan lama. Bahkan bisa ditanggalkan sama sekali. Naudzubillah… Bertaubatlah hai para wanita berjilbab yang menganggap jilbab hanya  sebagai penutup aurat saja tanpa diiringi perubahan sikap ke arah yang lebih baik. Semoga dengan sedikit tulisan ini, kita dapat mulai berbenah diri dalam memakai jilbab. Jadikan ia sebagai awal komitmen kita dalam menjaga sikap.. Bukan hanya sekedar penutup aurat.. Tetapi sebagai bentuk ketaqwaan kita terhadap Allah swt.

    Bismillahirrahmaanirrohiim..

    Kami niatkan hijab ini karnaMu yaa Rabb..