Nasihat & Syair Yahya bin Mu’adz Rahimahullah

Aduhai

Kiranya pada Lauh Mahfuzh

Tidak dicatatkan suatu dosa pun

Yang telah ditaqdirkan atas hamba-Nya?

Bagaimanakah cara untuk selamat bagi seorang hamba

yang Engkau adalah Penciptanya

Dan yang membekalinya dengan fitrah

Apakah yang hendak Engkau kehendaki denganNya wahai Tuhanku?

p style=”text-align: center;”>Aduhai celakalah pada hari ia dipanggil menghadap Engkau

Setelah dibangkitkan dari kematiannya

Sedang buku catatan amal perbuatannya terbuka

Aku sibuk dengan dosa-dosaku

Hai lelaki, tolonglah aku

Sesungguhnya hatiku benar-benar sedang sibuk

Bagaimana aku berharap agar bisa bertobat

Sedang hatiku sibk meratapi diriku

Tidak diragukan lagi diriku akan binasa

Karena kuhabiskan masaku

Dengan celaan-celaan

Aku tidak akan mengangisi diriku seandainya ia mati, melainkan aku menangisi keperluanku jika terlewatkan dariku

Pantaskan aku masi berharap kepadaMu atas dosa-dosa yang kulakukan, padahal kulihat Engkau tidak pernah mencegah pemberianMu karena dosa.

Jika Dia menerapkan keadilanNya atas manusia, tentulah tidak akan ada suatu kebaikan pun yang tersisa bagi mereka.

Jika Dia memberikan karuniaNya kepada mereka, tentulah tidak ada suatu keburukan pun bagi mereka yang masih tersisa.

Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki dan padang di akhirat ditempuh dengan hati.

Hai anak Adam, agamamu masih tetap terkoyak selama hati(mu) masih dibebani oleh cinta keduniawian.

Tiada seorang pun yang merasa tenang dengan dunia, melainkan penyakit hati pasti akan menetapinya.

Tidaklah sekali-kali dunia menguasai diri seseorang, melainkan ia akan terjerumus dalam lautan dosa.

Suatu hari yang terik Yahya bin Mu’adz melihat seorang lelaki menjebol gunung sambil bernyanyi, maka ia berkata :

“Kasihan anak Adam, padahal mengangkat bebatuan lebih mudah daripada meninggalkan dosa-dosa! “

Barangsiapa yang tidak ridha kepada Allah karena laranganNya, pastilah ia tidak akan selamat dari laranganNya.

Mereka mencari zuhud dari kandungan kitab-kitab, padahal zuhud itu hanya didapat dalam kandungan tawakkal sekiranya mereka mengetahui.

Suatu hari dia melihat seorang sedang menciumi anakknya yang masih kecil, lalu ia bertanya:”apakah engkau mencintainya?” orang itu menjawab:” Ya”.

Ia berkata:”ini gambaran kecintaanmu kepadanya karena kamu yang melahirkannya, maka bagaimanakah dengan cinta Allah kepadanya karena Dialah yang telah menciptakanNya?”

Mereka mengarungi lautan cobaan dengan berenang hingga sampailah mereka ke pantai anugerah. Mereka juga mengarungi lautan anugerah dengan berenang hingga sampailah mereka kepada Tuhan semua makhluk.

Barang siapa yang memusatkan hatinya kepada Allah niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya

Dia tenggelam dalam cobaan dirinya, karena dia ingin selamat dari murka Tuhannya dengan kejernihannya.

Bila kuberada di atas mimbar, kuberikan semangat kepada kaum mujahidin untuk berjihad tanpa sepengetahuan orang lain.

Tidak akan beruntung orang yang tercium darinya ambisi ingin menjadi pemimpin

Kesimpulan dari semua urusan terletak pada dua perkara yaitu tenangnya hati dengan rizki dari arah ini(dunia) dan bersungguh-sungguh dalam mencari rizki untuk berbekal ke arah itu(hari akhirat)

Jangan Anda merasa terlambat untuk dikabulkan karena jalan-jalan menuju ke arahnya telah terbendung oleh dosa-dosa (Anda sendiri).

Tinggalkanlah dunia sebelum Anda ditinggalkan (olehnya) dan mohonlah ridha Tuhan Anda sebelum Anda bersua dnganNya. Makmurkanlah rumah yang Anda tinggali dengan ketaatan kepada Allah sebelum Anda beralih kepadanya (liang kubur)..

Keluasan yang diperoleh mereka di sisiNya tiada lain karena kedudukan mereka di sisiNya

Barang siapa yang kalbunya selalu disertai dengan kebaikan, niscaya keburukan tidak akan dapat membahayakannya.

Barang siapa yang kalbunya selalu disertai dengan keburukan, niscaya kebaikannya tidak akan berguna baginya..

Seandainya akal dapat melihat hiburan surga melalui mata imannya, niscaya akan leburlah jiwa ini karena rindu padanya..

Seandainya hati dapat mengetahui eksistensi kecintaan ini kepada Khaliqnya, niscaya akan terlepaslah semua sendi-sendi karena tergila-gila kepadaNya dan niscaya akan terbanglah ruh ini dari badannya karena terkejut ingin menghadap kepadaNya

Mahasuci Tuhan yang melalaikan makhlukNya dari mengetahui hal-hal ini dan melalaikan mereka dari gambaran hakikat semuanya

Janganlah Anda menuntut ilmu karena riya’ dan jangan pula Anda meninggalkannya karena malu..

Musibah paling besar yang menimpa orang bijak adalah bila sehari yang dilaluinya tidak menyebabkan ia mendapat hadiah dari Tuhannya, yakni hikmah yang baru..

Dunia adalah pemimpin orang yang mengejarnya dan pelayan orang yang meninggalkannya. Dunia itu mengejar dan dikejar. Barang siapa yang mengejarnya, ia akan menolak, dan barang siapa yang menolaknya, dia akan mengejarnya..

Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah Anda menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang membangun gedung-gedung di atas jembatan..

Dunia adalah mempelai dan orang yang memburunya adalah yang meriasnya dan dengan zuhud akan tercabutilah rambutnya, menjadi hitamlah wajahnya, dan tercabik-cabiklah pakaiannya. Barang siapa menceraikan dunia, maka akhirat adalah istrinya. Dunia itu telah diceraikan oleh orang-orang cerdik tanpa batasan bagi ‘iddahnya untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, tinggalkanlah dunia dan janganlah Anda mengingat-ingatnya, tetapi ingatlah akhirat dan jangan sampai Anda melupakannya..

Ambillah dari dunia sesuatu yang dapat menjadi bekal untuk akhirat Anda dan janganlah Anda mengambil dari dunia sesuatu yang menghalangi akhirat Anda..

Kesempurnaan ampunan terletak pada tiga hal :

1. Penerimaan yang baik;

2. Ilmu yang dihafal; dan

3. Mendermakan karunia.

Pengertian “peneriamaan yang baik’ ialah Anda mendengar (pengajian) dengan niat mengambil faidah dan menghidupkan daya nalar Anda. Jangan sampai Anda ‘sok tahu’ tentang apa yang Anda dengar, karena sikap ini termasuk ke dalam sifat sombong dan merusak amal..

Sikap rendah diri tidak akan dimiliki oleh orang yang pengetahuannya tidak ia gunakan sesuai dengan bakatnya dan tidak sesuai dengan disiplin pengetahuannya dan digunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya.

Pertanda orang yang bertaqwa kepada Allah ada tiga :

1. Memprioritaskan ridhoNya

2. Selalu bertaqwa kepadaNya

3. Menentang hawa nafsunya

Dengan kata lain, ridha Allah di atas kepuasan hawa nafsunya. Ia selalu menemani ketaqwaannya, tidak pernah beranjak darinya, baik dalam keadaan suka maupun duka, gembira maupun sedih, senang maupun marah. Ia selalu menentang hawa nafsu yang menjauhkannya dari Allah dan merugikan pahala dariNya

Orang yang bertobat ditangisi oleh dosanya, orang zuhud ditangisi oleh dunia yang ditinggalkannya, dan orang yang shiddiq ditangisi oleh rasa takut kehilangan imannya.

Pemikiran Anda tentang dunia ini akan melalaikan Anda dari Tuhan Anda dan juga dari agama Anda, maka terlebih lagi jika Anda menanganinya secara langsung dengan seluruh anggota tubuh Anda.

Peliharalah kantung iman Anda, jangan sampai digerogoti oleh tikus.

Ya Tuhanku, jaminlah amal-amalku sebagai ghanimah di kesudahnnya dan cegahlah hawa nafsuku dari kesenangan menghapuskannya.

Mahasuci Tuhan yang menukar yang disukai dengan yang dibenci (dunia). Surga adalah disukai orang mukmin. Ia membelinya dari Allah dengan yang dibenci.

Barangkali Anda mengetahui seseorang dari mereka mengatakan: “selama 20 tahun aku mencari Tuhanku”. Kasihan kamu! Carilah dirimu sampai kamu menemukannya. Jika engkau menemukannya, berarti engkau dapat menemukan Tuhanmu.

Dunia di sisi Allah tidak sebanding dengan nilai sayap nyamuk pun dan Dia tidak memintanya kepada Anda sebesar sayap nyamuk pun.

Wahai orang-orang yang ingin menempuh jalan akhirat dan kebenaran, wahai orang-orang yang menempuh amal ibadah dan kezuhudan, ketahuilah :

Barang siapa yang tidak memperbaiki akalnyak, maka ia tidak dapat menyembah Tuhannya dengan baik.

Barang siapa yang tidak mengetahui penyakit amal, maka ia tidak akan dapat menghindari diri darinya.

Barang siapa yang tidak benar perhatiannya dalam mencari sesuatu, maka dia tidak akan dapat memanfaatkannya bila mendapatkannya.

Ketahuilah, bahwa Anda diciptakan untuk urusan yang besar lagi sangat penting

Ketahuilah, bahwa ilmu itu tidak dikehendaki untuk diketahui saja, melainkan dikehendaki untuk diketahui dan diamalkan, karena pahala amal itu dapat diraih berdasarkan pengamalan, bukan karena ilmu semata.

Tidakkah Anda lihat bahwa ilmu itu apabila tidak diamalkan, maka akan berubah menjadi bencana dan senjata makan tuan?