Tashrif Lughowi اَتَى

Reblog this karena ingatan sering kebalik2..

Screenshot_2017-09-30-17-18-50-374_com.android.chromeScreenshot_2017-09-30-17-21-16-953_com.android.chromeScreenshot_2017-09-30-17-21-27-764_com.android.chromeScreenshot_2017-09-30-17-21-59-618_com.android.chrome

Forsan Salaf

Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz,saya seorang santri dari kota semarang ingin bertanya :
Bagaimana susunan tasrif yang secara lughowi dari kata ATA (alif-ta’-ya’ lazimah)?
atas jawaban dari ustadz, saya ucapkan syukron katsiron.
Wassalamualaikum Wr.Wb
from : HAYADIH Lurun

FORSAN SALAF menjawab :

Jika yang Anda maksud  adalah lafadh  اَتَى ( datang ) yang mengikuti wazan فَعَلَ maka tashrif lughowinya seperti pada  رَمَى sebagaimana dalam kitab Amtsilah al-tashrifiyyah. Namun jika yang Anda maksud adalah آتَى  ( memberi ) yang mengikuti wazan أفْعَلَ maka tashrifnya seperti pada   أَدْرَى sedangkan اَدْرَى tashrifnya seperti رَمَى karena akhirannya sama yaitu alif.

View original post 80 more words

Advertisements

Pembuat Film “Fitna” Yang Menghina Rasulullah Masuk Islam | Ini Kisah Lengkapnya | Kajian Al-Amiry”

Teringat masa-masa kuliah 7 tahun lalu bersama teman-teman ISC (Islamic Study Community), kami membedah film “FITNA” yang dianggap menghina Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wassalam. Betapa kami sebagai kaum muslim prihatin dan marah atas beredarnya film tersebut.

Arnoud Van Doorn, salah seorang yang terlibat dalam pembuatan film “FITNA“, telah dibukakan hatinya untuk masuk agama Islam beberapa waktu setelah melihat respon dunia terhadap beredarnya film ini.

Sebenarnya sudah lama berita yang mencengangkan ini beredar. Banyak foto-foto dan artikel memberitakan tentang Arnoud Van Doorn. Terkejut, bahagia, kagum, dan haru bercampur jadi satu ketika mengetahui hidayah Allah benar-benar mampu datang kepada seseorang yang tadinya memusuhi Islam dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam.

Syaikh Fahd Al Khandary, dalam program “Bil Qur’an, Ihtadayt”/”Dengan Al Quran, Aku Mendapat Petunjuk”, mengulas kisah lengkap perjalanan Arnoud Van Doorn menuju Islam dengan wawancara eksklusif secara langsung. Program ini, acara favorit saya di channel TV Timur Tengah. Untuk session 2 kebetulan banyak tokoh yang menurut saya cukup terkenal, seperti Nouman Ali Khan dan Arnoud Van Doorn. Dengan bekal bahasa Arab dan Inggris seadanya, ulasan kisah lengkap perjalanan orang-orang yang mendapat hidayah selalu berhasil menyentuh hati saya dan membekas dengan sangat dalam.

Wajib lihat sampai habis yah!!! Sangat Menginpirasi —->> Kisah Lengkap Arnoud Van Doorn dengan subtitle terjemah bahasa Indonesia via channel Kajian Al ‘Amiry.

PENERAPAN LIMIT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1. Bidang Fisika

Konsep limit digunakan dalam berbagai macam bidang dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, produksi maksimum dari mesin suatu pabrik, dapat dikatakan merupakan limit untuk pencapain hasil. Pada prakteknya, pencapaian tersebut tidak tepat, tapi mendekati sedekat dekatnya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah sadar bahwa semua yang kita lakukan itu berkaitan dengan matematika. Misalnya seperti proses jual-beli dan lain sebagainya yang erat hubungannya dengan perhitungan. Demikian dengan limit fungsi, secara tidak sadar digunakan dalam bidang kedokteran. Seseorang yang menderita rabun jauh akan memakai kacamata lensa cekung agar dapat melihat dengan normal. Oleh karena itu, ia meminta bantuan seorang dokter. Mula-mula dokter tersebut memeriksa dan menguji jarak pandang pasien untuk mengetahui seberapa parah penyakitnya. Setelah itu, dokter tersebut harus menentukan jarak fokus lensa cekung kacamata dari pasien tersebut. Ternyata, jarak fokus lensa cekung tersebut dapat diperoleh dengan rumus dengan

f = jarak fokus lesa,

s =jarak mata ke benda dan

s’=titik jauh mata penderita.

Jadi, dengan menggunakan limit fungsi, penderita rabun jauh dapat tertolong sehingga penderita tersebut dapat melihat dengan normal kembali. Selain itu, limit fungsi berguna untuk menghitung rotasi bumi dan benda lain yang seperti elips.

2. Bidang kedokteran

Limit juga berguna untuk menghitung kerusakan jantung yang biasa ditampilkan dalam bentuk USG pada kasus cardiac carest. Pada kasus ini sang dokter hanya bisa melihat data-data dari USG tapi tidak bisa menentukan dengan cepat bagian sel mana yang rusak di jantung sementara sel jantung itu sangat banyak. Maka pada kasus ini dibutuhkan penghitungan limit untuk menebak luas area sel jantung yang rusak. Contoh lain adalah populasi bakteri atau virus dan kemungkinan berapa persen virus itu menular dengan melalui udara, area kontribusi dan kecepatan angin dihitung grafiknya melalui limit

3. Bidang Kimia

Dalam bidang ini, limit fungsi berguna untuk menghitung kekuatan besi yang bergesekan dengan air asin dan menghitung ketahanannya dalam menghadapi pengkaratan. Pembuatan tanggal kedaluarsa makanan.

4. Bidang Ekonomi

Limit fungsi sering digunakan oleh pemerintah dalam menentukkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat. Dalam bidang ekonomi, limit fungsi juga sering digunakan dalam menghitung biaya rata-rata dan bunga

.

https://ululalbab31n.blogspot.co.id/2015/03/manfaat-limit-dalam-kehidupan-sehari.html?m=1

PELIHARA KUCING SEBABKAN TOKSO?

Muslimah dan Kesehatan

Sebagian orang, terutama kaum wanita, takut memelihara kucing di rumahnya. Ada pula yang terlanjur menyukai dan sering berdekatan dengan kucing sejak masih kecil, lalu sekarang dibayangi perasaan takut kalau dirinya terinfeksi penyakit tokso. Barangkali anda pernah mendengar istilah “toksoplasmosis” atau kadang dalam penyebutannya sering disingkat sebagai penyakit “tokso”. Bagi ibu hamil dan wanita usia subur yang ingin mendapat keturunan, penyakit yang satu ini memang cukup menarik perhatian dan memunculkan kekhawatiran. Apa saja akibat yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil dan janinnya? Apakah penyakit ini hanya menyerang kaum wanita? Dan apakah bisa menyebabkan kemandulan? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai toksoplasmosis dan bahayanya, disertai dengan kiat-kiat untuk pencegahannya.

View original post 978 more words

[Kitabul Iman] Pengenalan tentang Bagaimana Melihat Allah?

*🌼🍃RENUNGAN PAGI🍃🌼*
📗 KITAB KE-1: KITABUL IMAN (KEIMANAN).

📝 Bab ke-81: Pengenalan tentang Bagaimana Melihat Allah?

hadist no 302
🍃 Dan telah menceritakan kepada kami, Suwaid bin Said, ia berkata telah menceritakan kepadaku, Hafsh bin Maisaroh, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasaar, dari Abu Sa’id al-Khudriy –semoga Allah meridhainya- , bahwa sekelompok manusia di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berkata:

Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Rabb kami pada hari kiamat?”

Rasulullah bersabda: “Ya“.

Nabi bertanya: “Apakah kalian berdesak-desakan ketika melihat matahari saat tengah hari yang jernih tidak ada awan sama sekali? Apakah kalian berdesak-desakan saat melihat bulan purnama di langit yang jernih tak ada awan sama sekali?”

Mereka berkata: “Tidak, wahai Rasulullah”.

Nabi menyatakan: “Kalian tidaklah berdesak-desakan saat melihat Allah Tabaaroka Wa Ta’ala pada hari kiamat, sebagaimana tidak berdesak-desakannya kalian ketika melihat salah satu dari keduanya (matahari dan bulan) pada hari kiamat. Pada saat dikumandangkan seruan agar setiap umat mengikuti sesembahannya (waktu di dunia). Tidaklah tersisa para penyembah selain Allah seperti patung dan berhala kecuali mereka berjatuhan di anNaar. Hingga tinggal orang-orang yang menyembah Allah termasuk orang yang baik, fajir, dan yang tersisa dari Ahlul Kitab”.

Orang-orang Yahudi itu dipanggil dan ditanyakan kepada mereka:
Apa yang kalian sembah?”

Mereka berkata: “Kami dulu menyembah Uzair anak Allah.
Dikatakan kepada mereka: “kalian dusta! Allah sama sekali tidak memiliki istri atau anak. Apa yang kalian inginkan?”
Mereka berkata: “Kami haus wahai Rabb kami, berikan kami minum.”
Kemudian diisyaratkan kepada mereka agar mereka turun (untuk mengambil minuman) ternyata mereka digiring menuju anNaar, yang penampakannya seperti fatamorgana, yang justru meluluhlantakkan (menghancurkan) mereka hingga mereka berjatuhan ke anNaar.

Kemudian anNashara dipanggil, ditanyakan kepada mereka:
Apa yang kalian sembah?”
Mereka berkata: “Kami menyembah Isa putra Allah.”
Dikatakan kepada mereka: “Kalian dusta! Allah tidaklah memiliki istri maupun anak”.
Dikatakan kepada mereka: “Apa yang kalian inginkan.”

Mereka berkata: “kami haus wahai Rabb kami, berikan kami minum.”

Kemudian diisyaratkan kepada mereka agar mereka turun (untuk mengambil minuman) ternyata mereka digiring menuju anNaar, yang penampakannya seperti fatamorgana, yang justru meluluhlantakkan (menghancurkan) mereka hingga mereka berjatuhan ke anNaar.

Hingga tidak tersisa kecuali orang-orang yang menyembah Allah Ta’ala apakah ia orang baik atau fajir, datanglah Rabb semesta alam Subhaanahu Wa Taala terlihat oleh mereka dalam bentuk yang paling rendah.

Allah berfirman: “Apa yang kalian tunggu. Setiap umat telah mengikuti apa yang mereka sembah.”

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, kami telah memisahkan diri dari manusia di dunia (untuk bisa menjalankan perintahMu, padahal kami sangat butuh kepada mereka, tapi kami tidak bergabung (berteman dekat dengan mereka)”.

Allah (yang terlihat dalam bentuk seperti itu) berkata: “Akulah Rabb kalian.”

Mereka berkata: “Kami berlindung kepada Allah darimu, kami tidak mensekutukan Allah dengan suatu apapun. Mereka mengucapkan hal itu dua kali atau tiga kali. Hingga sebagian mereka hampir saja akan berbalik”.

Allah berfirman: “Apakah antara dia dengan kalian ada tanda-tanda yang dengannya kalian mengenalNya?”

Mereka menjawab: “Ya“.

Kemudian disingkaplah Betis, maka tidaklah tersisa orang yang dulunya sujud dengan ikhlas karena Allah kecuali Allah izinkan ia bisa bersujud saat itu. Dan tidaklah tersisa setiap orang yang dulu di dunia sujud karena takut (kehilangan manfaat duniawi) atau riya’ (ingin dipuji) kecuali Allah jadikan punggungnya bagaikan satu bagian utuh (yang tidak bisa ditekuk), setiap kali ia akan sujud, ia kembali terdongak pada tengkuknya. Kemudian mereka mengangkat kepala mereka. Allah telah berubah bentuk tidak seperti pertama yang mereka saksikan sebelumnya.

Allah berfirman: “Aku adalah Rabb kalian”.

Mereka berkata: “Engkau adalah Rabb kami.”

Kemudian dibentangkan jembatan di atas Jahannam. Dihalalkan pemberian syafaat.

Para Nabi mengatakan: “Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.”

Ditanyakan: “Wahai Rasulullah, (seperti) apa jembatan itu?”

Nabi menyatakan: “tempat yang licin membuat mudah tergelincir. Pada jembatan itu terdapat penyambar-penyambar dan pengait-pengait berduri.” – di Najd terdapat pohon berduri yang disebut as-Sa’daan (sebagai permisalan yang mudah dipahami saat itu, pent) -.
Kemudian orang-orang beriman melewati jembatan itu dengan cepat, ada yang bagaikan kerdipan mata, ada yang seperti al-Buraaq, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang seperti kuda pacu yang cepat.
Maka (jadilah keadaan orang saat itu ada 3 bagian),
💠(pertama) ada yang selamat utuh tubuhnya,
💠(kedua) ada yang terkoyak tapi kemudian dilepaskan (hingga bisa melewati jembatan), dan ada yang terpelanting jatuh ke dalam Jahannam. Hingga orang-orang beriman selamat dari anNaar.

Demi (Allah) yang jiwaku berada di TanganNya, tidak ada seorangpun dari kalian yang lebih dahsyat permohonan untuk menyelamatkan orang beriman lain pada hari kiamat dibandingkan permohonannya kepada Allah agar saudaranya yang beriman yang berada di anNaar bisa diangkat (diselamatkan).

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, mereka dulu berpuasa bersama kami, sholat bersama kami, dan berhaji bersama kami.”

Kemudian dikatakan kepada mereka: “Keluarkanlah orang yang kalian kenal. Diharamkan api membakar (bekas sujud) mereka”.

Kemudian mereka mengeluarkan sejumlah banyak orang dari anNaar. Api ada yang membakar separuh betisnya hingga lututnya.

Kemudian orang-orang beriman itu berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi orang-orang yang Engkau perintahkan (untuk dikeluarkan)”.

Kemudian Allah berfirman: “Kembalilah kalian, siapa saja yang di hatinya ada kebaikan (meski) sebesar dinar, keluarkanlah darinya. Kemudian orang-orang beriman itu mengeluarkan sejumlah besar orang darinya”.

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, kami tidak meninggalkan seorangpun yang Engkau perintahkan“.

Kemudian Allah berfirman: “Kembalilah kalian, siapa saja yang di hatinya ada kebaikan (meski) sebesar separuh dinar, keluarkanlah darinya”.
Kemudian orang-orang beriman itu mengeluarkan sejumlah besar orang darinya.

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, kami tidak meninggalkan seorangpun yang Engkau perintahkan”.

Kemudian Allah berfirman: “Kembalilah kalian, siapa saja yang di hatinya ada kebaikan (meski) sebesar semut, keluarkanlah darinya”.

Kemudian orang-orang beriman itu mengeluarkan sejumlah besar orang darinya.

Kemudian orang-orang beriman itu mengeluarkan sejumlah besar orang darinya.

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, kami tidak meninggalkan seorangpun yang di hatinya ada kebaikan”.

Abu Said –semoga Allah meridhainya- berkata: “Jika kalian tidak percaya dengan penyampaian hadits dariku ini maka bacalah firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

🍃 Sesungguhnya Allah tidaklah mendzhalimi (siapapun) meski seberat semut. Jika terdapat kebaikan, Allah akan melipatgandakannya dan Allah akan berikan di sisiNya pahala yang agung (Surga). (Q.S anNisaa’ ayat 40).

📖 Kemudian Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Para Malaikat telah memberi syafaat, para Nabi telah memberi syafaat, kaum beriman telah memberi syafaat, tidaklah tersisa kecuali (Allah) Yang Paling Penyayang.”

Kemudian Allah mengambil satu genggaman di anNaar, darinya dikeluarkan suatu kaum yang belum pernah berbuat kebaikan sama sekali. Mereka telah menjadi arang. Kemudian mereka dilemparkan ke sungai di permulaan Surga yang disebut dengan Sungai Kehidupan. Kemudian mereka keluar seperti keluarnya biji di tepi aliran air. Tidakkah kalian melihat ia menjadi seperti batu atau pohon yang jika diterpa panas matahari berwarna kuning atau hijau. Jika berada di tempat teduh ia menjadi putih.

Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan dulu anda menggembalakan (kambing) di pedalaman”.

Nabi (melanjutkan ucapannya): “Kemudian mereka keluar bagaikan permata, pada leher mereka terdapat tanda yang diketahui oleh penduduk Surga bahwa mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah (dari anNaar) yang Allah masukkan ke dalam Surga tanpa amal (kebaikan) yang pernah mereka perbuat”.

Kemudian Allah berfirman kepada mereka: “Masuklah kalian ke dalam Surga. Apa yang kalian lihat, itu untuk kalian”.

Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada kami (pemberian) yang tidak Engkau berikan kepada seorangpun (yang lain) di seluruh alam semesta”.

Allah berfirman: “kalian akan mendapatkan dariKu yang lebih utama dari ini”.

Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, kenikmatan apa lagi yang lebih utama dari ini?”

Allah berfirman: “KeridhaanKu dan Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini selama-lamanya”.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚 Dikutip dari Buku “Terjemah Shahih MUSLIM (Abul-Husain Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi Rahimahullah)”. Jilid 1

☀️ Penerbit : Cahaya Sunnah- Bandung

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

=====================

Ayo Bumil, yang Rajin Makan Kurma!

45-dates (1)
Bismillahirrohmaanirrohiim.

Sekedar sharing pengalaman akan korelasi konsumsi kurma saat menjelang kelahiran bayi. Saya hamil pertama, menjelang lahiran dan sampai sesudah melahirkan, rajin konsumsi kurma. Baik buahnya maupun sari kurma. Alhamdulillah, proses lancar, stamina kuat dan debay sehat. Sebaiknya stok kurma selalu ada jauh-jauh dari HPL(Hari Perkiraan Lahir). Selain untuk konsumsi sendiri, juga untuk persiapan tahnik si kecil setelah lahir… It’s Sunnah! 🙂

Lalu saya baru dapat artikel terlampir di bawah ini nih… Ternyata ada penelitian ilmiah tentang pengaruh positif konsumsi kurma dengan proses kelahiran. That’s why, ibunda Maryam radiyallahu’anha kuat melahirkan Nabi Isa alaihissalam sendirian di bawah pohon kurma. Maa syaa Allah…Maa syaa Allah…

َﺄَﺟَﺎٓءَﻫَﺎ ٱﻟْﻤَﺨَﺎﺽُ ﺇِﻟَﻰٰ ﺟِﺬْﻉِ ٱﻟﻨَّﺨْﻠَﺔِ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻳَٰﻠَﻴْﺘَﻨِﻰ ﻣِﺖُّ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَٰﺬَا ﻭَﻛُﻨﺖُ ﻧَﺴْﻴًﺎ ﻣَّﻨﺴِﻴًّﺎ

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia -Maryam- (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (Maryam – 19:23)

ﻭَﻫُﺰِّﻯٓ ﺇِﻟَﻴْﻚِ ﺑِﺠِﺬْﻉِ ٱﻟﻨَّﺨْﻠَﺔِ ﺗُﺴَٰﻘِﻄْ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﺭُﻃَﺒًﺎ ﺟَﻨِﻴًّﺎ

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Maryam – 19:25)

 

*** Lampiran Artikel ***

 

The effect of late pregnancy consumption of date fruit on labour and delivery.
Al-Kuran O, et al. J Obstet Gynaecol. 2011.
Show full citation
Abstract
We set out to investigate the effect of date fruit (Phoenix dactylifera) consumption on labour parameters and delivery outcomes. Between 1 February 2007 and 31 January 2008 at Jordan University of Science and Technology, a prospective study was carried out on 69 women who consumed six date fruits per day for 4 weeks prior to their estimated date of delivery, compared with 45 women who consumed none. There was no significant difference in gestational age, age and parity between the two groups. The women who consumed date fruit had significantly higher mean cervical dilatation upon admission compared with the non-date fruit consumers (3.52 cm vs 2.02 cm, p < 0.0005), and a significantly higher proportion of intact membranes (83% vs 60%, p = 0.007). Spontaneous labour occurred in 96% of those who consumed dates, compared with 79% women in the non-date fruit consumers (p = 0.024). Use of prostin/oxytocin was significantly lower in women who consumed dates (28%), compared with the non-date fruit consumers (47%) (p = 0.036). The mean latent phase of the first stage of labour was shorter in women who consumed date fruit compared with the non-date fruit consumers (510 min vs 906 min, p = 0.044). It is concluded that the consumption of date fruit in the last 4 weeks before labour significantly reduced the need for induction and augmentation of labour, and produced a more favourable, but non-significant, delivery outcome. The results warrant a randomised controlled trial.

 

PMID 21280989 [PubMed – indexed for MEDLINE]
Full text

 

Referensi lainnya:

IMG_20170718_133837

9 Manfaat Kurma yang Menakjubkan untuk Ibu Hamil

 

Tips Menggabungkan Data dari Beberapa Kolom Excel dengan Format Tertentu

Salam Para Pembaca..

Kali ini saya ingin share pengalaman saya menggabungkan banyak data dari beberapa kolom Excel (saya pakai WPS Spreadsheet, seperti Ms Excel tetapi opensource/gratis). Saya mempunyai data seperti berikut ini:

Screenshot from 2015-09-09 02:47:42

Hasil akhir yang saya inginkan yakni menggabungkan data kolom C6 sampai I6 dengan format tertentu. Dan saya juga menginginkan hasil yang sama sampai baris ke-35. Berikut format hasil penggabungan datanya:

Screenshot from 2015-09-09 02:55:04

Cara yang ditempuh cukup dengan formula ‘CONCATENATE’. Dalam kasus ini, rumus formula yang saya pakai:

=CONCATENATE(“Shubuh “,C6,”; Terbit “,D6,”; Zhuhur “,F6,”; Ashar “,G6,”; Maghrib “,H6,”; Isya “,I6,” #adzan #Malang #today”)

Penjelasan rumus:

  1. Fungsi ‘CONCATENATE’ dipakai untuk menggabungkan beberapa data dari beberapa kolom.
  2. Bagian argumen dari fungsi ‘CONCATENATE’, yaitu nilai yang akan dimasukkan dalam tanda kurung setelah fungsi dipanggil, dapat diisi dengan data/kata yang harus dipisah dengan tanda koma (,).Screenshot from 2015-09-09 03:06:44

    Mudah, bukan? 🙂

Untuk menerapkan hal yang sama untuk baris-baris berikutnya. Cukup dengan drag bagian ujung dari kolom pertama hasil penggabungan sampai baris yang diinginkan. Dalam kasus saya, bisa juga klik 2x pada bagian tersebut (ujung kolom pertama hasil penggabungan), otomatis akan menerapkan formula yang sama sampai akhir baris dari data-data yang ada.

Semoga bermanfaat tipsnya..